Mahasiswa KKN Umla Berikan Tausiyah dalam Tasyakuran 17-an

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews.com -Mahasiswa kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) memberikan tausiyah dalam acara tasyakuran malam 17 Agustus pada, Rabu (16/8/2023) malam yang dilaksanakan di Dusun Sumur Juwet, Desa Rumpuk, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini turut dihadiri kepala Dusun, Ibu Sunarti, Ketua RW/RT, ketua Karang Taruna, Sesepuh dan tokoh masyarakat, serta Mahasiswa KKN Umla Kelompok 5.

Dalam tausiyahnya, Koordinator KKN Umla Desa Rumpuk, Alfain Jalaluddin Ramadlan menyampaikan tentang Introspeksi diri dalam bulan Kemerdekaan.

Diawal, Alfain Jalaluddin Ramadlan mengucapkan terimakasih kepada warga Sumur Juwet, yang telah menerima kami dengan lapang dada. “Alhamdulillah kami juga bisa kolaborasi dengan karang taruna dan masyarakat Dusun Sumur Juwet. Mulai dari pemasangan lampu hias, perlombaan Agustusam,” ujarnya.

Dia mengajak, di bulan kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 ini, untuk intropeksi dengan cara koreksi terhadap diri sendiri. “Jadi apa yang sudah kita lakukan, kita koreksi kembali apakah yang kita lakukan sudah benar atau salah,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Alfain, lewat momentum perayaan kemerdekaan ini, mari kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya. Dan mari kita perbanyak amal ibadah.

Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Seperti dalam hadist “Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (HR. Al Hakim).

Maka dari itu, di bulan kemerdekaan ini mari kita introspeksi diri kita dengan perbanyak Istighfar kepada Allah, mohon maaf kepada Allah.

Kemudian dia menceritakan kisah antara Imam Ahmad bin hambal dengan Penjual roti. Dalam konteks ini, menceritakan kisah tentang membaca Istighfar yang bermakna mendoakan.

Terakhir dia mengutip hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Sesungguhnya istighfar itu selalu meliputi hatiku dan sungguh aku selalu memohon ampun kepada Allah setiap hari sebanyak seratus kali [HR. Muslim].

“Rasulullah saw saja yang kedudukannya jelas di sisi Allah mutlak masuk surga. Masih beristighfar 100 kali dalam sehari, apalagi kita orang biasa yang tak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Maka momentum kemerdekaan ini mari kita perbanyak istighfar dan mohon ampun kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama dan cek tensi darah gratis oleh mahasiswa KKN Umla untuk masyarakat Dusun Rumpuk.

Reporter: Fathurrahim Syuhadi