JOMBANG lintasjatimnews.com – Setelah penyerahan donasi dari JNE pada tahun 2021 lalu, JNE kembali diundang dalam Grand Launching Rumah Sakit Hasyim As’yari Jombang. Sebuah kehormatan bagi JNE dapat turut hadir dan menyaksikan secara langsung peresmian Rumah Sakit yang dirintis oleh almarhum KH. Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah.
Grand Launching Rumah Sakit Hasyim Asy’ari (RSHA) diselenggarakan oleh Yayasan Ponpes Tebuireng dan Dompet Dhuafa. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pesantren Tebuireng, tepatnya di Jl Cukir-Parkir Makam Gus Dur, Kwaron, Diwek, Jombang. Rumah Sakit ini telah beroperasi dan melayani masyarakat mulai 2 Februari 2023.
Hadir dalam acara peresmian ini, yaitu Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawangsa beserta jajarannya, istri Alm. Gus Sholah yaitu Hj. Farida Salahuddin Wahid, Inisiator Dompet Dhuafa, Parni Hadi beserta jajarannya, Direktur RSHA dr. Aria Dewanggana, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfuzh, juga para donatur maupun stakeholder salah satunya JNE.
Peresmian RSHA ditandai dengan menekan tombol peresmian oleh Hj. Farida Salahuddin Wahid, Hj. Khofifah Indar Parawansa, dan Parni Hadi. Sedangkan pembukaan rumah sakit ditandai dengan pemotongan pita di depan pintu masuk RSHA yang juga dilakukan oleh ketiganya.
Dalam kesempatan tersebut JNE juga menerima apresiasi atas kontribusinya sebagai donatur dalam pembangunan RSHA. Apresiasi diterima secara langsung oleh Yance Arvan selaku Marketing Project Senior Analyst JNE didampingi oleh Bapak Kemal Arikan selaku Kepala Cabang JNE Mojokerto. JNE juga memberikan plakat kepada KH. Abdul Hakim Mahfudz sebagai ketua pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng.
Sebelumnya donasi untuk alat kesehatan berupa uang tunai sebesar Rp 1 milyar telah diserahkan Eri Palgunadi, Marketing Group Head JNE pada 28 April 2021 lalu. Donasi tersebut kemudian digunakan untuk pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit yang dibangun diatas tanah seluas satu hektar ini.
Dengan adanya bantuan untuk rumah sakit ini JNE berharap dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan fasilitas kesehatan. Sesuai dengan tagline JNE yaitu “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan, serta memiliki arti dan makna sangat luas. Dengan kolaborasi bersama ini, JNE dapat semakin memaksimalkan upayanya untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada bangsa Indonesia khususnya dalam hal kesehatan.
Sekilas Tentang JNE
JNE berdiri pada tahun 1990 sebagai perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. JNE juga memperluas bidang usahanya hingga jasa pengiriman makanan khas daerah (PESONA),
Jasa kepabeanan, penjemputan di bandara, dan pengiriman uang/money remittance. Pada akhir tahun 2012, JNE memisahkan divisi Logistik, menjadi unit usaha tersendiri dan terpisah dari unit kurir ekspres. Mulai tahun 2013, JNE siap berekspansi di bidang logistik, dengan berfokus pada layanan yang mencakup pergudangan, cargo, pengiriman jalur darat, sea freight, dan air freight.
Di tahun 2014, JNE melakukan optimalisasi Mobile Applications untuk meningkatkan service berupa trace tracking kiriman,kemudahan transaksi digital, Free Pick up dan COD. Di tahun 2017 JNE membangun E-Fulfillment di beberapa cabang yaitu Warehouse Management System yang terintegrasi terkait warehousing, order fulfillment, technology development, shipping management dan delivery, menjadi solusi lengkap untuk para UKM di seluruh Indonesia.
Di tahun 2020 menyikapi perkembangan e-commerce, UKM dan perubahan daya beli masyarakat yang berubah sangat cepat serta dinamis maka dibangun Mega Hub JNE di area Bandara Internasional Soekarno – Hatta.
Dibangun diatas tanah seluas 4 hektar, Mega Hub (Automatic Sorting Center and Gateway System) ini akan memiliki kapabilitas menangani ratusan ribu paket per hari. Saat ini JNE memperluas jaringan hingga lebih dari 8000 titik layanan di seluruh Indonesia untuk mendorong kemajuan UKM dan meningkatkan perekonomian nasional.
Reporter: ahmad









