LAMONGAN Lintasjatimnews.com-Pengukuhan, Ta’aruf dan Rapat kerja Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan periode 2022-2026 berjalan dengan lancar pada hari Ahad, (30/7/2023) di Auditorium Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Lamongan.
Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan dakwah perempuan muda, inklusif dan progresif” ini turut dihadiri Bupati Lamongan Dr Yuhronur Efendi MBA, Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur Desi Ratna Sari, dan Wakil Ketua PDM Lamongan Masroin Assafani MA, beserta jajara Ortom di tingkat Daerah.
Dalam sambutannya, Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Lamongan periode 2022-2026, Arika Karim SHI SPd mengatakan, di dalam anggaran dasar Nasyiatul Aisyiyah Pasal 2, bahwa Nasyiatul Aisyiyah adalah Orgaisasi Otonom Muhammadiyah yang bergerak di keperempuanan, keagamaan, kemasyarakatan dan pendidikan.
“Pada Musyda ke-11 Nasyiatul Aisyiyah kemarin, telah melahirkan beberapa amanah yang harus kita kerjakan. Diantara isu-isu yang muncul dalam musyawarah tersebut adalah stunting,” ujar pengasuh Lembaga Pendidikan al-Qur’an Al Ittihad Labuhan ini.
Oleh karena itu, Arika Karim menekankan, agar kedepan untuk meningkat sensitifitas pencegahan stunting.
Kemudian tentang kekerasan dalam rumah tangga, yang hari ini masih banyak terjadi khasus ini dan pencegahan dan penanganan serta layanan pemulihan yang harus sama-sama kita kerjakan.
Selain itu, kata Ustadzah Arika-sapaan akrabnya- terkait dangkalnya pengetahuan ediologi kita dalam ber muhammadiyah.
“Maka kedepan, bismillah kita akan sama-sama kuatkan ideologi kita dalam ber Muhammadiyah serta meng syiarkan atribut keislaman kita, bangga kita bergerak di Nasyiatul Aisyiyah,” tuturnya dihadapan anggota PD Nasyiataul Aisyiyah Lamongan.
Karena Nasyiatul Aisyiyah merupakan gerakan dakwah. Maka gerakan dakwah yang kreatif dan kekinian akan dimunculkan diperiode ini. Sebagai unggulan dalam periode 2022-2026.
“Selain itu, memanfaatkan potensi ekonomi kader juga garapan dalam periode ini, dan banyak sekali amanah-amanah yang diberikan kepada kami,” tutur wanita kelahiran Lamongan 17 September 1985 ini.
Melihat tantangan itu, tentu kalau di fikir memang berat, apalagi kalau hanya di fikir sendiri. Maka dia berharap akan bersinergi dengan ayahanda PDM, serta suluruh Amal Usaha Muhammadiyah dan pemerintahan untuk bersama-sama dalam mewujudkan tujuan Nasyiatul Aisyiyah yang terdapat dalam pasal 4 yaitu “Terbentuknya putri Islam yang berarti bagi keluarga, bangsa, dan agama menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.
“Dan mohon doanya agar amanah-amanah yang kami emban ini dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga kelak kita bisa mempertanggung jawabkan di akhirat bersama-sama, karena kita berjuang di Nasyiatul Aisyiyah,” kata wanita lulusan S1 STAIM Paciran Lamongan (Jurusan Tarbiyah) ini.
Dalam sambutannya Arika Karim juga mengucapkan terimakasih kepada bapak Bupati Lamongan yang telah hadir dalam acara ini.
Dan terimakasih juga kepada ayahanda PDM Lamongan dan Ibunda Aisyiyah beserta jajaran Ortom tingkat daerah yang menyempatkan hadir, dan terimakasih kepada Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan yang telah memberikan izin dan memfasilitasi kegiatan ini.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan








