LAMONGAN lintasjatimnews.com – Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kecamatan Sugio ke 9 ini berlangsung meriah dan dihadiri ratusan peserta. Kegiatan lima tahunan ini bertempat di SMA Muhammadiyah 10 Sugio, Ahad (4/6/2023)
Musyawarah Cabang Muhammadiyah ini mengambil tema Membumikan Islam Berkemajuan Menuju Kejayaan Sugio. Sedangkan tema Musyawarah Cabang Aisiyah yakni Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa. Kedua tema Muhammadiyah dan Asiyah ini merupakan sinergitas antara Muhammadiyah dan Asiyah dengan Pemerintah.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sugio Drs H Kasrip Budijanto MM dalam sambutan membukaan mengatakan bahwa Musyawarah Cabang ini dilakukan secara bersama antara Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ini adalah rahmad yang harus disyukuri.
Lanjut Kasrip Budijanto bahwa Musycab (Musyawarah Cabang) adalah permusyawaratan tertinggi di Muhammadiyah dan Aisyiyah ditingkatan Pimpinan Cabang. Musycab merupakan momen regenerasi, silaturahmi, dan kolaborasi warga persyarikatan Muhammadiyah dan Aisiyah.
“Dalam forum Musycab ini, Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah terpilih periode 2015 – 2022 akan melaporkan pertanggung jawaban selama satu periode dan program yang telah dicapai. Selanjutnya saya juga mengajak peserta menyiapkan program 5 tahun ke depan yang nanti kita amanahkan kepada para pemimpin yang dipilih untuk periode 2022-2027,” ungkap mantan kepala sekolah ini
Dengan begitu, jelas Karip Budijanto Insyaa Allh keberlanjutan yang kebersinambungan Muhammadiyah yang mengakar sebagai khoiru ummah. Mengingat bahwa khoiru ummah adalah ummat yang terbaik yang mampu menggerakkan seluruh ummat yang begitu luas sebagaimana yang tertuang dalam firman Allah Swt
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ
Artinyakamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.
Kemudian Karip Budijanto menyampaikan kilas balik sejarah Muhammadiyah adalah salah satu organisasi yang menjadikan Indonesia mencapai Kemerdekaan. Tokoh tokoh Muhammadiyah yang ikut berjuang mencapai kemerdekaan antara lain Ki Bagus Hadi Kusuma, Jendral Sudirman, Mas Mansur, Ir Juanda, Buya Hamka, Singo Dimejo, Ir Sukarno, Fatmawati juga KHA Dahlan dan Nyai Wailadah.
“Sejak Indonesia merdeka sampai sekarang, belum ada bitnik-bintik noda permasalahan dari Muhammadiyah dengan pemerintah,” tegas Pengawas Pendidikan Propinsi Jatim ini
Dalam berjuang berjuang di Muhammadiyah Kasrip Budijanto menekankan hendaklah dapat meniru sebagaimana akar. Akar rela berjuang memberikan segalanya, meskipun terkadang sang pohon tak pernah melihat ke bawah apa yang dilakukan akar.
“Berjuanglah seperti akar yang selalu memberi dan tak pernah meminta Kembali. Berjuanglah seperti akar yang menjadi peran utama, meskipun tak pernah ada yang memujinya. Berjuanglah seperti akar yang menjadi penyebab kebaikan, meskipun tak pernah ada yang memberi penghargaan. Berjuanglah seperti akar yang menghasilkan buah yg sangat lezat, sangat berguna bagi kepentingan seluruh ummat,” urai perintis Perguruan Muhammadiyah di Sugio ini
Di akhir sambutannya Kasrip Budijanto mengajak kepada para musyawirin untuk mujahadah yakni bersungguh sungguh dalam berjuang untuk mempertahankan dan meningkatkan Islam berkemajuan melalui Persyarikatan Muhammadiyah. Allah telah memberikan motivasi pada orang yang bersungguh-sungguh dalam berjuang sebagaimana FirmanNya dalam Surat Al-Ankabut ayat 69 :
وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
Dan orang-orang yang berjihad/berjuang dengan bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik
“Selamat datang untuk Anggota Musycab ke 9 Muhammadiyah dan Aisyiyah Sugio, mari kita berjuang untuk Muhammadiyah tercinta ini. Tidak hanya sekedar berteriak-teriak di medsos, namun harus mampu bergerak secara nyata menuju perbaikan,” pungkasnya
Reporter Fathurrahim Syuhadi









