LAMONGAN lintasjatimnews.com – Musim barat atau Baratan tahun 2023 di Kawasan pantai utara (Pantura) Jawa benar-benar belum reda (tedo). Hal ini terbukti cuaca lautan belum stabil, karena terkadang cuaca ekstrem datang dengan tiba-tiba.
Seperti yang terjadi dalam tiga hari, nelayan sudah siap-siap untuk berangkat dan sebagian sudah berangkat melaut tetapi di tangah-tengah perjalanan kembali. Mendung hitam pekat datang bergumpal-gumpal memadati langit sepanjang lautan, biasanya berubah menjadi hujan dan angin disertai dengan gelombang.
Ketika mendung hitam berubah menjadi angin, biasanya berupa angin sangat kencang datang dengan tiba-tiba. Nelayan menyebut dengan istilah angin kemaragan, salah satu jenis angin yang ditakuti nelayan kecil. Saat ini usia musim barat sudah mulai menua (batan tuo) sehingga sering terjadi angin kemaragan.
Nelayan Blok Musalla Nurul Iman Paciran, Ja’far Shodiq, menuturkan kepada reporter lintasjatimnews. Kemarin dini hari sampai tadi, Jumat (24/2/2023) sudah siap-siap berangkat pukul 02.00 WIB, tetapi banyak nelayan yang gagal melaut dan kembali pulang.
“Memang bebera hari ini cuaca kurang bersahabat, hal ini terlihat tanda-tandanya. Setiap sore mendung hitam pekat datang terkadang menjadi hujan atau berubah menjadi angin kemaragan. Maka nelayan biasanya libur melaut sementara sambil memantau cuaca di pos-pos nelayan,” demikian tuturnya.
Nelayan lain blok Baringik Paciran, Umar Faruk, menceritakan, “Saya belum sempat melaut, tetapi sudah melihat tanda-tandanya. Mundung hitam bergulung-gulung mengurungkan niat saya untuk berangkat melaut, karena musim barat yang usianya menua biasanya mendung berubah menjadi angin kencang,” ceritanya.
“Beberapa hari ini hasil tangkapan rajungan lumayan bagus, walaupun jarak yang ditempuh cukup jauh sekitar 15 sampai 20 mil. Jadi nelayan berangkat dini hari sekitar pukul 01.30 atau 02.00 WIB,” pungkasnya.
Menjelang akhir musim barat tahun ini, nelayan kecil Paciran Lamongan senantiasa untuk berhati-hati dalam melaut karena musim barat belum reda 100%. Maka nelayan senantiasa waspada dan saling mengingatkan antara satu nelayan dengan lainnya tentang kondisi cuaca.
Reporter: Efendi









