LAMONGAN lintasjatimnews.com – M Ali Dzulfikar dikukuhkan sebagai Ketua Korda Fokal IMM (Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Lamongan oleh Korwil Fokal IMM Jawa Timur Kegiatan ini bertempat di Umla, Ahad (19/2/2023)
Ketua Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Timur H Suli Daim MM mengukuhkan M Ali Dzulfikar sebagai Ketua Korda Lamongan didampingi Matlubur Rifa’ sebagai Sekretaris dan Iswandi Sebagai Bendahara.
Pengukuhan Pengurus Fokal IMM Korda Lamongan disaksikan 300 peserta yang terdiri dari para alumni IMM yang bertempat tinggal di Lamongan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan beserta majelis lembaga. Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah sekabupaten Lamongan. Rektor Umla DR Abadul Aziz Alimul Hidayat dan Prof Hilman Latief Direktur Jenderal Haji dan Umroh Kementerian Agama RI
Suasana pengukuhan Pengurus Fokal IMM Korda Lamongan Periode 2023-2028 nampak gayeng. Suasananya nampak cair manakala Suli Daim didaulat memberikan sambutan usai mengukuhkan Pengurus Fokal IMM Korda Lamongan.
Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tiga periode ini menyampaikan peran dan kontribusi anggota Fokal IMM di Persyarikatan dan di masyarakat. Menurutnya banyak peran yang harus diambil oleh para Fokal IMMM dalam kontek untuk memajukan Persyarikatan dan bangsa ini.
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur Periode 2006-2010 menambahkan melalui partai politik seharusnya peran peran itu diambil oleh para alumni IMM. Tentu distribusi kader tidak hanya pada satu partai saja.
Kemudian Suli Daim mengingatkan bahwa Pemilu 2024 di depan mata. Dalam menghadapi Pemilu ini mari kita saling menghargai dan menghormati. Perlu duduk bersama di masing masing Dapil untuk sinergi agar para kader yang sedang menjadi caleg harus tertata dengan baik
“Mari kita tata kader kader IMM untuk menduduki posisi penting di kekuasaan. Kader kader IMM jangan hanya sebagai penonton, tapi harus menjadi pemain,” ungkap mantan anggota DPRD Jatim Dapil 9 yang meliputi Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi.
Suli Daim juga menyoroti masih terjadi disharmonisasi antara IMM dan PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Sampai saat ini masih banyak PTM yang belum singkron tentang pembinaan IMM di kampusnya.
“Di Jawa Timur ini baru Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) pada saat kepemimpina Rektor DR Sukadiono dan kemudian di Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) di bawah kepemimpinan DR Abdul Aziz Alimul Hidayat sinergi itu terjadi. Untuk itu, tugasnya Fokal untuk mengharmonisasikan,” pungkas mantan Ketua DPD IMM Jawa Timur ini
Kontributor : Fathurrahim Syuhadi









