JOMBANG lintasjatimnews.com – Setelah terhenti beberapa tahun terakhir, sejak 2020 hingga 2022 akibat hantaman pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Tahun ini Tumpengan Manggis,yang merupakan gebyar potensi Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam Jombang kembali digelar, di lapangan desa setempat, Minggu pagi (19/02/2023).
Total ada 2.023 ( sesuai tahun ini) jumlah buah manggis yang dihadirkan panitia dalam bentuk tumpengan besar, yang nantinya akan dibagi bagikan panitia kepada ribuan pengunjung yang datang. Berdasarkan pantauan Lintas Jatim News di lokasi, sejak pagi pukul 07.00 sudah terlihat ribuan warga yang datang dari berbagai penjuru Jombang, hingga luar kota sudah merayap untuk menuju ke arah lapangan, ada yang naik motor, mobil, dan berjalan kaki.
Tak hanya tumpengan besar yang berisi manggis yang dihadirkan, ada juga 14 tumpeng kecil lainnya yang berasal dari tujuh dusun di Desa Jarak. Ke-14 tumpeng tersebut berisi hasil bumi dari tujuh dusun di Desa Jarak. Ada salak, rambutan, manggis, durian, pete, alpokat, palawija,dan sayur mayur lainnya.
Ketujuh dusun yang berada di lereng gunung Anjasmoro tersebut yaitu: Dusun Jarak Krajan; Dusun Jarak Tegal; Dusun Sarangan; Dusun Anjasmoro; Dusun Sungkul; Dusun Jarak Kebun,dan Dusun Tegal Rejo. Ke-14 tumpeng tersebut dibawa secara arak arakan oleh para warga dari balai desa menuju lapangan desa.

Kepala Dusun( Kasun) Jarak Krajan, Sunardi mengungkapkan, bahwa tahun ini memang luar biasa animo masyarakat yang datang daripada tahun tahun sebelumnya, yang kemungkinan akibat pandemi sempat berhenti, sehingga menimbulkan rasa kangen masyarakat akan festival tumpengan manggis tersebut. ” Acara lebih meriah dengan kehadiran karnaval, orkes musik, pertunjukan barongsai, pertunjukan seni kuda lumping, dan hiburan lainnya,” tukasnya.
Selain itu para masyarakat yang datang juga dimanjakan dengan mendapatkan susu dan kopi gratis, dan bisa berbelanja aneka produk UMKM hasil dari olahan masyarakat Desa Jarak.
“Sebelum kegiatan, malamnya (Sabtu,18/02/2023,Red) juga diadakan kegiatan doa bersama bersama semua elemen lintas agama di lapangan ini,” ujarnya. ” Yang istimewa kita kedatangan tamu pengunjung dari Papua tepatnya dari Wamena,” lanjutnya. Ia mengatakan, jika event tahun ini sebagai bahan evaluasi untuk event event tahun berikutnya.
Ia mengungkapkan, hasil buah manggis Desa Jarak sudah go ekspor ke mancanegara, yang kualitasnya grade A. ” Untuk manggis yang ekspor kita memilih manggis yang belum begitu matang, bisa bertahan 5-6 hari baru matang, dengan patokan harganya sekitar Rp.45.000,” ungkapnya.
Festival ini juga melibatkan beberapa elemen masyarakat, juga dinas pendidikan, ada SD, SMP, MI yang pemberangkatan nya dengan diiringi drum band. Namun, ia berharap agar festival lebih bagus lagi untuk ke depan supaya keluhan beberapa jalan yang rusak, dan kurang lebar segera dilaksanakan oleh dinas dinas terkait, juga lokasi tempat parkir pengunjung menuju lokasi lapangan yang kurang memadai segera diperluas.
Reporter Budi








