Pembentukan dan Pelatihan Kelompok Pendukung ASI Melalui Kader Aisyiyah Untuk Wujudkan Desa Bebas Stunting

Listen to this article

LAMONGAN Lintasjatimnews.com-Program Studi (Prodi) D 3 Kebidanan fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas  Muhammadiyah Lamongan (Umla) mengadakan Pelatihan Kader Aisyiyah di Desa Baturono Kabupaten Lamongan sebagai pelaksanaan dari Catur Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Hibah Risetmuh Batch VI terdiri dari Andri Tri Kusumaningrum, S.SiT.,M.Kes sebagai ketua dan Shinta Alifiana Rahmawati, S.ST,M.Keb sebagai anggota, serta melibatkan lima orang mahasiswa prodi D3 Kebidanan.

Turut dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari kader Posyandu serta kader Aisyiyah didukung oleh Kepala Desa serta Bidan Desa.

Ketua Tim PKM Andri Tri Kusumaningrum mengatakan, kegiatan ini dimulai dengan penjelasan bahwa masalah stunting sudah menjadi permasalahan global yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemberian penguatan pentingnya dibentuknya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI ) dan dilakukannya pelatihan.

Dia berharap program ini dapat meningkatkan cakupan ASI Eksklusif di Desa Baturono sampai dengan 100% sehingga dapat berkontribusi dalam penurunan angka kejadian stunting dan terwujudnya desa bebas stunting.

“KP-ASI yang terbentuk nantinya dapat memberikan dukungan/bantuan moril, berbagi pengalaman dan informasi pada ibu hamil, ibu yang memiliki anak usia kurang dari dua tahun, untuk inisiasi menyusui dini segera setelah bayi lahir, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, dan melanjutkan menyusui sampai anak berusia dua tahun atau lebih,” ujarnya.

Andri-panggilan akrabnya- dalam kegiatan ini memberikan penjelasan materi tentang managemen laktasi, peserta juga diberikan modul panduan sukses menyusui, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi.

“Selain itu juga dilakukan demontrasi tentang perawatan payudara, cara memerah ASI dan pemijatan oksitosin oleh tim dosen Shinta,” ujarnya.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan dengan aktif memberikan pertanyaan terkait materi yang disampaikan dan pada akhir kegiatan, diberikan pertanyaan post test sebagai evaluasi dan tampak antusias peserta pelatihan mengisi pertanyaan.
 
Oleh karena itu, Kepala Desa Baturono, Drs. Tarmuji menyampaikan apresiasi terhadap program PKM dosen UM Lamongan. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut, untuk bisa bermitra dengan Pemerintah Desa melakukan program di bidang Kesehatan di Desa Baturono.

“Program PKM ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat khususnya pada warga kader Aisyiyah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Batorono-Sukodadi bu Tirah menyampaikan terima kasih dan sangat senang atas kehadiran para dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini dengan melatih dan mengajarkan kader Aisyiyah tentang managemen laktasi untuk meningkatkan pemberian ASI ekslusif.

“Apalagi kader Aisyiyah desa Batorono dari kalangan guru TK, kader posyandu, perangkat dusun maupun desa, sehingga ilmunya nanti dapat ditularkan ke tempat masing-masing,” tuturnya.

Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan