Air Bengawan Solo Meluap, Petani Semangka Gagal Panen

Listen to this article

TUBAN lintasjatimnews.com – Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat air bengawan solo meluap para petani semangka dan melon di Desa Kebomlati Plumpang Tuban gigit jari.

Karena sawah terendam air, petani hanya bisa pasrah dan membiarkan semangka yang baru berumur beberapa hari tersebut membusuk di sawah.

Salah satu petani semangka di Desa Kebomlati Plumpang, Mahfud mengatakan meluapnya air bengawan solo beberapa hari ini merusak tanaman semangka petani, aku Mahfud, seharusnya bisa menikmati panen awal Ramadhan terpaksa harus gigit jari.

“Tanaman semangka dan sebagian melon terendam air sehingga membusuk” kata Mahfud kepada media, Minggu (19/2/23).

Satu hektar lahan, menurut Mahfud, biasanya bisa menghasilkan 2 ton semangka atau melon. Jumlah tersebut jika habis terjual bisa menghasilkan uang setidaknya Rp 35 juta. Sementara, biaya produksi selama menanam semangka atau melon ini mencapai hampir Rp 10 juta. “ajur-ajur”. kata Mahfud.

Reporter ari