LAMONGAN lintasjatimnews.com – Dua keistimewaan membaca dan menghafal al-Qur’an. Hal ini disampaikan Alfain Jalaluddin Ramadlan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) pada kultum setelah sholat Duhur di Masjid KI Bagus Hadikusumo Umla, Rabu (15/2/23).
Sebelum kultum, dia mengajak mendoakan saudara-saudara muslim yang terkena musibah gempa berkekuatan 7,8 yang melanda di Turki dan Syuria.
Dia juga mengajak mendoakan kepada seluruh jajaran Rektorat, dosen dan karyawan Umla semoga diberi kesehatan dan Istiqomah dalam mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) ini.
Dalam kultumnya, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah ini menerangkan dua keistimewaan membaca dan menghafal al-Qur’an.
Pertama, pahalanya akan dilipat gandakan. “Membaca al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Namun, dalam ibadah ini Allah berjanji akan melipat gandakan pahalanya menjadi 10 kali lipat,” ujarnya.
Kemudian dia mengutip hadist yang diriwayatkan oleh Abdulloh bin Mas’ud. Rosululloh sholallohu ‘alaihi was sallam bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
“مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ”
“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Alloh, maka dia mendapatkan satu kebaikan dengannya. Dan satu kebaikan itu (dibalas) sepuluh lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf”.
Keistimewaan yang kedua, menurut Jurnalis Lintasjatimnews ini yaitu akan disematkan mahkota dan jubah. Hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada penghafal al-Qur’an.
Lantas dia mengutip hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda: “Orang yang hafal Al Quran nanti pada hari kiamat nanti akan datang dan Al Quran akan berkata; “Wahai Tuhan, pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru.”
Maka orang tersebut diberikan mahkota kehormatan, al-Qur’an berkata lagi: “Wahai Tuhan tambahlah pakaiannya.” Maka orang itu diberi pakaian kehormatannya, al-Qur’an lalu berkata lagi, “Wahai Tuhan, redailah dia.” Maka kepadanya di katakan; “Bacalah dan naiklah.” Dan untuk setiap ayat, ia di beri tambahan satu kebajikan.”
Setelah itu, mahasiswa yang menjadi ketua UKM Al-Mujaddid ini menceritakan kisah Muhammad Najah peserta Hafidz Indonesia tahun 2019 yang hafal 30 Juz dalam keadaan lumpuh otak.
“Saat masih dalam kandungan, ibundanya mengaku telah memperkenalkan Naja dengan al-Qur’an melalui lantunan ayat-ayat al-Qur’an yang diputarnya melalui handphone (HP), maupun kotak musik,” katanya.
Tidak hanya itu, ibu Naja juga sering mengundang anak yatim, maupun para santri untuk membaca Alquran secara berjamaah.
Hingga diwaktu umur 40 hari dalam kandungan, para anak yatim yang biasanya dipanggil membaca Alquran telah khatam Alquran.
“Pada saat kelahiran, Naja lahir dalam kondisi prematur, sehingga harus dirawat secara intensif diruang anak. Selama dirawat diruangan khusus, ibunya tetap memperdengarkan Naja ayat-ayat Alquran di tempat tidurnya Naja di ruangan inkubator,” ujarnya.
Najah yang terkena lumpuh otak sejak kecil saja bisa menghafal al-Qur’an 30 juz. Sedangkan kita yang masih di berikan kesehatan oleh Allah, malas menghafal al-Qur’an.
“Oleh karena itu, lewat cerita ini, mari kita jadikan motivasi bersama, agar semangat dalam belajar dan menghafalkan al-Qur’an,” pungkas salah satu ustadz di Ponpes Al Mizan Lamongan ini
Reporter : Fathurrahim Syuhadi









