LAMONGAN lintasjatimnews.com – Cara menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Disampaikan oleh ustadz Fakhrudin Arrozi MS. Ketua Lazismu Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) pada kultum setelah sholat Duhur di Masjid KI Bagus Hadikusumo Universitas Muhammadiyah Lamongan, Rabu (21/12/22).
Di awal kultumnya, ustadz Fakhrudin Arrozi mengajak meningkatkan Ketaqwaan kepada Allah SWT dengan sebenar benarnya taqwa. Mari kita jauhi apa yang di larang oleh Allah dan mari kita laksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.
“Dan mari kita melakukan amalan-amalan dunia dan amal akhirat secara proporsional,” ajaknya.
Terkadang kita salah mengartikan tentang menyemimbangkan dunia dan akhirat.
“Apakah kita benar-benar bisa mengukur antara mengerjakan amalan dunia maupun amalan akhirat. Tentunya sangat sulit sekali,” katanya.
Faktanya, lebih banyak orang menggunakan waktu digunakan untuk bekerja saja, dibanding bekerja dengan kehidupan akhirat.
Maka, kata Ustadz Fakhrudin-panggilan akrabnya- kata keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat ini, tentu tidak akan terwujud.
Kebanyakan ulama’ mengatakan, tidak akan bisa terwujud keseimbangan antara dunia dan akhirat ini.
Yang bisa, kata dia, adalah kita menjadikan kehidupan dunia sebagai kehidupan akhirat.
Artinya perbuatan kita dalam mengamalkan kehidupan dunia, kita sisipi dengan nilai-nilai akhirat.
Kemudian Dosen Ekonomi Syariah ini, memberikan contoh tentang kata adil. Kata ini banyak orang yang salah mengartikan.
Kebanyakan seseorang mengartikan kata adil adalah memberikan sama rata kepada seseorang. “Tentu Ini tidak bisa. Contoh Seperti anak Paud dan TK diberi uang saku 15.000 maka tidak akan sama kalau dilihat dari usianya,” ujarnya.
Adil yang sebenernya, menurutnya adalah kita memberikan sesuai dengan porsinya. Kalau anak kecil kita beri dengan porsi anak kecil, begitu juga dewasa kita beri porsi dewasa.
“Begitu juga kehidupan dunia dan akhirat kita. Bagaiamana bisa adil. Maka harus sesuai dengan porsinya,” jelasnya.
Artinya, kata Fakhrudin, porsi yang harus kita siapkan adalah porsi akhirat. Meskipun kita lagi cari pekerjaan di dunia. Tapi kita harus pandai memanfaatkan itu untuk menjadikan wasilah menuju ke akhirat.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









