LAMONGAN Lintasjatimnews – Sebanyak tiga tuntutan dari PC IMM Lamongan telah diterima dan disetujui oleh DPRD Lamongan, Senin (12/9/2022) di depan gedung DPRD Lamongan.
Hal ini terjadi, saat PC IMM Lamongan gelar demonstrasi kenaikan harga BBM bersubdi dan menggandeng 800 kader se Kabupaten Lamongan, yang terdiri dari PK IMM ITB AD, PK IMM Unisda, PK IMM Abu Hanifah, PK IMM STAIM, PK IMM Harun Arrasyid, PK IMM Ibnu An-Nafis, PK IMM Al Iskandariyah, PK IMM Muhammad Al Fatih dan PK IMM STIT Paciran.
Sebagai Korlap IMMawan Alexi Candra Putra menyampaikan, IMM Lamongan dalam demonstrasi hari ini menuntut tiga hal.
Pertama, menolak penyesuaian harga BBM serta menuntut dan mendesak menurunkan harga BBM bersubsidi.
Kedua, menuntut pemerintah untuk mengevaluasi penyaluran BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran dan merugikan masyarakat.
Dan ketiga,mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan BBM bersubsidi tepat sasaran.
Tuntuntan tersebut kemudian diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamongan Husnul Aqib dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Mohammad Nalikan. Setelah keluar dari kantor DPRD dan memenuhi ratusan kader IMM yang lakukan demonstrasi.
Husnul Aqib ucapkan beribu terimakasih kepada adik-adik dari IMM yang sedang melaksanakan demonstrasi pada hari ini.
Karena perasaan adik-adik IMM sama dengan saya, yang sekarang sedang menjerit dan sengsara akibat kenaikan BBM bersubsidi ini.
“Kami hormat kepada IMM Lamongan,” kata Husnul Aqib.
Sambungnya, tentu dengan niat pribadi dan akan di bantu di DPRD nanti akan mengawal apa yang direkomendasi oleh adik-adik IMM.
Tentu, kata Aqib, semua yang dikatakan oleh IMM saya dengar semua. Saya ucapkan terimakasih.
“Innsya Allah orasi dari kalian akan saya kawal dan akan kami bawah ke atasan,” pungkasnya.
Sementara itu Mohammad Nalikan sebagai Sekda Kabupaten Lamongan ucapkan trimakasih atas kedatangan IMM Lamongan dalam rangka panggilan masyarakat ini.
“Tentu kenaikan harga BBM ini menyengsarakan masyarakat. Saya sepakat, dengan apa yang disuarakan oleh adik-adik IMM,” ujarnya.
Tentu kita harus menyuarakan bersama. Agar pemerintah pusat dalam membuat regulasi kenaikan BBM ini bisa memperhatikan masyarakat.
“Terimakasih, semoga dengan usaha kita ini mendapat hasil yang positif,” pungkasnya.
Kemudian dilanjutkan dengan penandatangan persetujuan penolakan kenaikan hara BBM bersubsidi.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan








