BTM Mulia Babat: Perbaiki Kinerja Karyawan Lewat Pelatihan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Perusahaan ibarat Kapal, setiap orang di dalam kapal mempunyai peluang untuk melubangi kapal.

Demikian yang disampaikan oleh Awwab Hafidz Al Faruqi, S.IP., M.PSDM dari HRD PT. Awam Bersaudara, selaku pemateri dalam acara pelatihan pemasaran dan penagihan yang diadakan oleh Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Mulia Babat, Jum’at (26/8/2022) di ruang pertemuan lantai tiga BTM Mulia.

Pelatihan yang diikuti seluruh kayawan ini, kata Manajer BTM Mulia Babat Ari Purwanti SE bertujuan untuk menambah wawasan tentang dunia marketing dan meningkatkan skill SDM agar lebih kompeten dan siap bersaing dengan kompetitor lain.

“Selain itu, juga untuk memperbaiki kinerja karyawan agar dapat memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati kepada anggota,” pungkasnya.

Dalam materinya, Awwab Hafidz Al Faruqi mengatakan, apa yang membedakan antara KSPPS BTM Mulia Babat dengan KSPPS lainnya?

Yang membedakan, kata Awwab Hafidz, yaitu Produk yang ditawarkan; tabungan Mudharabah, tabungan Qurban, tabungan Wadiah, tabungan Haji dan tabungan Pendidikan.

Lantas, Pak Oky -panggilan akrabnya- memberikan strategi pemasaran yang disingkat dengan 7P. Yaitu, Produk, Price (sistem setoran dan harga terjangkau), Place (terletak di tengah masyarakat, Promotion (personal selling, publicity, word Of mouth), People (training untuk SDM nya), Proses (penerapan bisnis proses dan sop kerja) dan Physical Evidance (kantor, area parkir dan area tunggu).

Dia menambahkan, Nasabah bukan lagi raja. Mulai hari ini kita rubah mindset “Customer is King” menjadi “Customer is Friend”. Nasabah BTM adalah teman kita.

“Jadi mari kita layani mereka sebagaimana kita melayani teman atau sahabat kita sendiri,” ajaknya.

Tingkatan Level

Kemudian, Oky memberikan tingkatan level tentang kedekatan karyawan BTM dengan Nasabah.

Tingkatan level pertama yaitu To Be Legacy, Anda menjadi pilihan utama bagi nasabah. Bahkan kalau anda pindah dari perusahaan, ia akan ikut pindah.

Kedua To Love, Anda telah mendapatkan hati nasabah. Keluarga nasabah sudah berulang kali menggunakan layanan kita, seringkali anda diundang ke acaranya, bahkan pernah diberi hadiah.

Ketiga To Live, mulai senang bertemu dengan anda. Nasabah mulai menceritakan ke lingkaran keluarganya.

Keempat To Know, nasabah hanya tahu tentang sosok kita dan produk yang kita tawarkan

Tips dan Teknik Melayani

Kemudian Oky juga memberi tips untuk memulai melayani dengan setulus hati kepada nasabah.

Tips yang pertama yaitu menyadari kita adalah organ vital di tubuh kita. Mulai berpikir (kita) bukan (aku). Ingat kita adalah team. Kedua, melayani Allah melalui manusia. Ketiga hukum kekekalan energi.

Tidak hanya tips melayani, pria yang tinggal di Jl. Rumah sakit umum Babat ini juga memberikan teknik melayani dengan setulus hati.

Pertama, jaga hati. Kedua sentuh hati, dengan memberikan tampilan yang terbaik dan menggunakan kata serta kalimat yang tepat. Ketiga si hati, isi hati dengan berdoa dan afirmasi posiitif.

Tips Pemasaran Produk

Tidak cukup tips dan teknik melayani. Oky juga memberikan tips untuk pemasaran produk. Pertama, berpenampilan menarik bukan mencolok. Kedua, kuasai produk koperasi. Ketiga, ketahui latar belakang nasabah atau calon nasabah.

Kemudian Keempat, Komunikatif (Nyambung diajak ngobrol apa aja). Kelima, membantu memberikan solusi masalah keuangan nasabah dan keenam Keep in touch.

Selain tips pemasaran produk, yang harus diperhatikan, kata Oky juga etika penagihan.

Etika penagihan yang pertama, menggunakan atribut kerja (id card atau seragam kerja). Kedua, dilarang mengancam, melakukan tindakan anarkis, praktek syirik, maupun perbuatan yang dapat mempermalukan nasabah

Ketiga, dilarang melakukan tekanan fisik maupun perkataan. Keempat, dilarang menagih kepada orang lain selain yang bukan nasabah. Kelima, dilarang melakukan penagihan terus menerus. Keenam, diijinkan menagih di alamat peminjam, kecuali sudah ada persetujuan dari peminjam.

“Jadi, mulai sekarang niatkan pekerjaan kita untuk mempermudah urusan orang lain.
Aplikasikan konsep Hearty Service untuk memikat nasabah- nasabah kita,” pesan Awwab Hafidz Al Faruqi.

Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan