LAMONGAN lintasjatimnews– Makanan-makanan tradisional mewarnai acara semarak tahun baru Islam 1444 H dan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-77 tahun, yang diadakan oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Desa Godog, Rabu (17/8/2022) di halaman perguruan Muhammadiyah Desa Godog.
Aneka jajanan tradisional, mulai dari plentong, rangin, pokes, lemot, gemblongan, lempok, guder pati, batil, kucur, lepet jagung, sukun, menyok goreng, gimbal jagung, tales, dan es degan, ini di jual oleh ibu-ibu Nasyiatul ‘Aisyiyah dan ‘Aisyiyah.
Salah satu pembeli, Nur Indah Fitriawati menyatakan rasa bahagianya dapat mengikuti perlombaan sekaligus menikmati jajanan tradisional yang beraneka ragam. Memakan jajan tradisional menjadikannya semakin penasaran terhadap cita rasa masing-masing.
“Momen semacam ini sangat menarik karena dengan adanya jajanan tradisional tersebut akhirnya bisa mengetahui jenis jajanan yang ada pada zaman dahulu,” katanya.
Begitu juga menurut ketua PRNA Desa Godog Muizatin, banyak orang yang tidak mengetahui makanan khas zaman dahulu. Apalagi anak-anak muda zaman sekarang.
Makanan khas zaman dahulu ini identik dengan kesederhanaan. Beberapa orang menyebutnya “makanan wong ndeso,”
Oleh karena itu, kata Muizatin -panggilan akrabnya- penting untuk menjual makanan-makanan tradisional, agar generasi anak-anak tahu.
“Karena makanan-makanan tradisional, sekarang sudah langka dan sulit ditemukan, bahkan beberapa sudah tidak diproduksi lagi. Jajanan tersebut memang asik untuk nostalgia dan di jual,” katanya.
Oleh karena itu, Muizatin berpesan agar warga Godog tetap mempertahankan makanan-makanan khas tradisional ini.
Penulis: Alfain Jalaluddin Ramadlan








