MADIUN lintasjatimnews – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis dimulai dari pertumbuhan bayi dalam kandungan, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
Pada masa kondisi awal setelah bayi lahir, tanda-tanda stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun, dengan pertumbuhan bayi yang kurang normal.
Seperti pagi ini Danrem 081/DSJ Kol Inf Deni Rejeki selaku Pembina Dharma Pertiwi koorcab Madiun Daerah E didampingi Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Madiun Daerah E Ny. Elsye Susan Deni Rejeki mengikuti kegiatan Webinar bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Hetty Andika Perkasa.
Hal ini sebagai tindak lanjut dari perintah Presiden RI Joko Widodo tentang penanganan stunting, melalui vidcon di Ruang Rapat Merak Makorem 081/DSJ jl. Pahlawan no 50 Madiun, Senin (08/08/2022).
Dalam kesempatan itu juga telah dilaksanakan launching buku Resep Masak Balita dan Ibu Hamil untuk generasi emas Indonesia yang ditulis oleh Presiden RI ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri.
Dan juga pada kegiatan Webinar ini dilaksanakan penandatanganan MoU antara Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Hetty Andika Perkasa yang didampingi oleh Jenderal TNI Andika Perkasa dengan Kepala BKKBN Pusat dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) tentang kolaborasi percepatan penanganan stunting yang dilaksanakan dalam rangka percepatan dan penguatan komitmen dalam upaya penurunan stunting di Indonesia.
Sebagaimana Instruksi Presiden Joko Widodo, bahwa hingga periode sampai tahun 2024 stunting di Indonesia harus pada angka di bawah 14%. Saat ini angka stunting dalam EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dari tahun ke tahun selalu menunjukkan trend penurunan dan sudah pada angka 9.63%. Namun hal ini tidak sejalan dengan hasil survey Kementerian Kesehatan RI yang menunjukkan bahwa secara SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) masih pada angka 25,3%.
Seperti yang telah dilaksanakan satuan jajaran Korem 081/DSJ bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait, penanganan stunting pada anak terus digencarkan.
“Kita sudah lakukan hal itu melalui sosialisasi dan edukasi kepada ibu-ibu bekerjasama dengan Pemda, dinas kesehatan dan instansi terkait lainnya”, terang Danrem 081/DSJ seusai mengikuti Vidcon tersebut.
Reporter Priyo









