Ustadz Nur Salim : Enam Rukun Haji yang Harus Dipatuhi Agar Ibadah Sah

Listen to this article

TUBAN lintasjatimnews – Rukun haji adalah rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan amalan lain. Seorang guru dan tokoh agama Tuban Ustadz Nursalim, S.Pd mengatakan jika rukun haji ini ditinggalkan, ibadah haji seseorang tidak sah, Rabu (03/08/22).

Dalam penjelasannya saat memberikan tausyiah pada Jama’ah KPM Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban, ia mengatakan haji adalah berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) untuk melakukan amalan-amalan, antara lain wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, thawaf di Ka’bah, sa’i dan amalan lainnya pada masa tertentu demi memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharapkan ridla-Nya semata.

Lanjut ustadz kondang ini bahwa Hukum ibadah haji adalah wajib bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat dan diwajibkan hanya sekali seumur hidup.

“Ibadah haji dilaksanakan pada bulan haji (Dzulhijjah), tepatnya ketika waktu wukuf di Arafah tiba (9 Dzulhijjah), hari Nah{r (10 Dzulhijjah), dan harihari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah),” ujar pria yang berprofesi sebagai Pendamping PKH ini.

Bang SAL sapaan akrab beliau memaparkan bahwa yang termasuk dalam rukun haji antara lain pertama adalah ihram atau niat. Ihram artinya niat mengerjakan ibadah haji atau umrah dengan mengharamkan hal-hal yang dilarang selama beribadah. Dengan mengucapkan niat ihram haji atau umrah.

Rukun haji yang kedua adalah wukuf di Arafah. Wukuf artinya berhenti atau berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihrām walau sejenak dalam waktu antara tergelincir Matahari pada 9 Dzulhijjah (hari Arafah) sampai terbit fajar hari nahar 10 Dzulhijjah. Wukuf di Arafah termasuk salah satu rukun haji.

Selanjutnya, Thawaf atau rukun haji yang ketiga, yaitu mengelilingi Baitullah sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.

Kemudian, Sa’i merupakan rukun haji yang keempat. Sa’i berarti berjalan dari Safa ke Marwah, bolak-balik sebanyak tujuh kali yang dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah, dengan syarat dan cara-cara tertentu.

Setelah melaksanakan Sa’i, jamaah melakukan rukun haji yang ke lima, yaitu melakukan tahallul. Yang dimaksud tahallul adalah memotong rambut, untuk laki-laki, paling sedikit menggunting tiga helai rambut, sedangkan bagi jamaah wanita cukup menggunting ujung rambutnya, paling sedikit tiga lembar juga.

“Rukun haji yang terakhir namun tak kalah penting yaitu tertib. Artinya, semua rukun haji dan umrah hendaknya dikerjakan secara tertib atau berurutan,” jelasnya

Diakhir tausyiahnya, beliau mendoakan semua keluarga penerima manfaat program keluarga harapan agar cepat tergraduasi secara mandiri karena berangkat haji di tanah suci atas ridho ilahi.

Reporter (KS)