PA GMNI Gelar Simposium Kebangsaan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menggelar simposium kebangsaan dengan tema Peran Alumni GMNI dalam Konstelasi Politik Kebangsaan.

Menurut Ketua DPC GMNI Lamongan Yuliatiningsih kegiatan ini digelar karena antar alumni GMNI sering terjadi berselisih, masing – masing pihak membela sesama alumni secara pribadi dan bukan untuk membela organisasi alumni.

Sebagai pembicara pertama Ketua Dewan Pembina PA GMNI Jawa Timur Kusnadi yang juga Ketua DPRD Jawa Timur ini memaparkan peran para alumni dalam kiprah konstelasi politik kebangsaan itu sulit, kalau tidak berkuasa.

Menurut Kusnadi, kiprah alumni dalam hal ini bisa dilihat dari dua sudut, secara pribadi dan organisasi alumni.

Selain itu, kiprah pribadi alumni dalam konstelasi politik kebangsaan, kata Ketua DPW PDI Perjuangan Jatim ini, sangat banyak sekali. Secara pribadi, ada yang jadi menteri dan tokoh dan sangat banyak.

“Bagaimana kiprah pribadi alumni ini, tanya Kusnadi, apakah sudah mempengaruhi dalam kebijakan politik nasional…?

“Jawabannya, belum (sepenuhnya),” tanya Kusnadi.

Dalam prakteknya diungkapkan, para alumni ini berselisih antar alumni. Namun, konyolnya, perselisihan itu untuk membela alumni dan bukan organisasi.

“Kiprah yang ada ini karena pribadi bukan kiprah organisasi. Karena orangnya orang, bukan orangnya organisasi.
Dalam persoalan ini menunjukkan, mengutamakan kepentingan pribadi dari pada organisasi.
Untuk itu diperlukan, bagaimana alumni ini menjalankan dan tunduk pada visi organisasi,” terang Kusnadi, politisi yang juga pengurus PWNU Jatim ini.

Oleh karena itu Kusnadi berekspektasi, para kader dan alumni punya tanggungjawab pada organisasi, karena itu, para alumni harus punya tanggungjawab kepada organisasi.

“Ini yang harus kita lakukan. Disampaikan, ini rumah kita, mari kita perbaiki,” pungkasnya.

Selain Kusnadi juga hadir Rektor Unisla Bambang Eko Muljono dan Ketua GMNI Jatim, Deny Wicaksono yang juga sebagai narasumber.

Sementara itu, Bambang Eko Muljono dalam paparannya menyampaikan, pentingnya visi misi yang jelas. “Sanad harus dipertegas.
Meski demikian, itu juga harus memperkuat visi. Selain itu juga tiidak boleh minder bahwa kita sebagai kader GMNI.

Sedangkan Ketua DPW PA GMNI Jawa Timur Deny Wicaksono mengatakan PA GMNI bukan PJTKI dan diharapkan para alumni GMNI dapat lebih berkiprah dalam mengisi ruang dan waktu politik kebangsaan.

Reporter: RIED