LAMONGAN lintasjatimnews – Keadilan adalah sikap dan nilai yang harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari pembiasaan hingga terbentuk karakter. Begitu ungkapan Dita Dwi Cahyani pegiat Rumah Baca Api Literasi pada momen Hari Keadilan Internasional, Lamongan (17/7/2022).
Bagi Dita, sapaan akrabnya, Hari Keadilan Internasional mengandung makna yang begitu mendalam bagi saya. Keadilan di sini tidak hanya didefinisi sebagai memandang harkat dan martabat manusia menjadi sama. Melainkan suatu hal yang lebih dari itu. Keadilan tidak hanya sekadar simbol dari perlindungan hukum, sistem pemerintahan, atau pendidikan yang setara.
Menurutnya, keadilan adalah sikap dan nilai yang harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari pembiasaan hingga terbentuk karakter. Dari hal ini, keadilan dapat dimaknai sedalam-dalamnya. Sehingga mampu menghargai sesama manusia, makhluk Tuhan dan ciptaannya.
Ia menuturkan, keadilan dimaksudkan sebagai upaya untuk disosialisasikan dan nilai positif yang dijunjung tinggi dalam masyarakat. Tanpa keadilan orang akan tertindas, berlaku semena-mena, dan tidak memiliki batasan. Jadi sudah sepatutnya pengiat literasi menjadi pelopor keadilan dengan menyuarakan melalui karya yang nyata.
“Dengan memahami hakikat yang mendalam dari keadilan itu sendiri, orang akan cenderung tergerak aktif dalam menjunjung tinggi nilai keadilan,” ungkap pegiat Rumah Baca Api Literasi ini.
Ia menambahkan, Justru itulah yang membuat hari keadilan memiliki kesan serta hikmah tersendiri. Sehingga nantinya dapat membantu kehidupan masyarakat, dapat menjadi panutan, dapat mengarahkan, serta menjadi pelopor keadilan di mana saja.
“Mungkin untuk sekarang ini adalah menata niat dari diri sendiri. Adanya rasa ragu dalam menegakkan keadilan, menyuarakan keadilan, dan sebagian dipicu faktor eksternal mampu menjadi penghambat. Akan tetapi, untuk mengatasinya adalah dengan meningkatkan rasa percaya diri. Sebab, keadilan akan tumbuh apabila ditanamkan dengan baik. Tanpa keraguan, tanpa ketakutan,” pungkasnya.
Reporter: Fathan Faris Saputro








