TUBAN lintasjatimnews – Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM ) Kebomlati Kecamatan Plumpang adakan Sholat Idul Adha 1443 H di Lapangan Desa Kebomlati Kecamatan Plumpang Sabtu, (9/7/22)
Ustadz Abdul Salam S PdI, dari Kors Mubaligh Muhammadiyah ( KMM ) Tuban Dalam Khutbahnya Menuturkan, “Sesungguhnya Kami telah memberimu Al-Kautsar,” memastikan kelimpahan yang tiada henti yang diberikan kepada Nabi dalam kehidupan ini, serta kabar gembira untuk beberapa dari apa yang akan diberikan kepadanya di surga.
“Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah.” adalah imbalan atas kebaikan yang melimpah dan sanggahan ilahi atas tuduhan palsu yang dibuat oleh orang-orang musyrik, Al-Qur’an mengarahkan Nabi untuk bersyukur sepenuhnya dan tulus kepada Allah.
“Sesungguhnya orang yang membencimu itulah yang terputus ” adalah orang-orang yang memfitnah Nabi. Mereka yang mengatakan bahwa dia tidak memiliki keturunan dan menganggap pesannya tidak baik, mereka adalah orang-orang yang benar-benar terputus. Orang-orang ini tidak lagi diingat oleh siapa pun kecuali apa yang telah mereka katakan dan lakukan yang bertentangan dengan kebenaran.
Lebih lanjut ustadz Salam meluruskan, Islam tidak melarang manusia mencintai apa yang ada di dunia. “Bahkan Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk mencintai apa yang ada di dunia dengan menggunakannya untuk berjuang di jalan Allah SWT,” terangnya.
Dia menegaskan, yang dilarang oleh Allah adalah cinta dunia lebih dari cinta kepada Allah dan Rasulnya. “Nabi Ibrahim AS dan istrinya Hajar diuji cintanya kepada Allah dengan perintah mengorbankan Ismail, putranya yang sangat dicintai,” jelasnya.
Di samping itu, lanjut ustadz Salam, umat Islam juga dituntut Allah untuk membuktikan cinta kepada-Nya. “Salah satu bentuk ujian cinta kepada Allah bukan dengan mengorbankan anak dan orang yang kita cintai, akan tetapi dengan menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk dibelikan hewan kurban,”
Sekaligus, sambungnya, memberikan hewan kurban itu kepada saudara-saudara yang membutuhkan.
Adapun bagi manusia yang sebenarnya mampu berkurban tapi berpura-pura tidak mampu atau enggan melaksanakannya, Ustadz Salam mengajak jamaah merenungkan beberapa pertanyaan berikut.
“Apakah benar kita belum mampu melaksanakan ibadah kurban? Mengapa kita tidak mampu membeli hewan kurban kambing misalnya, yang harganya kurang lebih antara Rp 2,5 juta hingga RP 3,5 juta tapi kita mampu mengeluarkan untuk membeli Handphone ( HP ) yang harganya juta-an rupiah.
Oleh karena itu, Ustadz Salam mengajak, “Marilah kita sadar, menangislah di hadapan Allah, mohon ampun dan bertaubat kepadaNya!”
Karena dalam kenyataannya, dia menyadari manusia kurang serius mencintai Allah dan Rasulullah. “Ternyata Allah sering kita kalahkan dan kita singkirkan dalam kehidupan kita, dan kita lebih mementingkan sebatang rokok, secangkir kopi, serta mementingkan kebutuhan dunia, urainya.
Reporter : Qomari








