Aktivis Perempuan Tuban Bicara di Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia

Listen to this article

TUBAN lintasjatimnews – Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia atau Internasional Plastic Bag Free Day diperingati setiap tanggal 3 Juli. Peringatan ini mendapat perhatian khusus dari Handini Nur Fajrin seorang aktivis perempuan Tuban peduli lingkungan hidup. (02/07/22)

Alumni Unair Surabaya ini mengingatkan perlunya masyarakat di lingkungan kita agar mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari, dimana plastik memerlukan waktu 100-150 tahun untuk terurai. Setiap satu menit ada 1 juta plastik yang digunakan di dunia, padahal rata-rata kantong plastik hanya digunakan selama 25 menit.

Lanjut Aktivis Perempuan yang aktif di Nasiyatul Aisyiyah Tuban ini, mengapa plastik berpotensi berbahaya bagi lingkungan kita, pertama penggunaan plastik memicu perubahan iklim
dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim karena kondisi bumi semakin memanas. Kedua kantong plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan tersumbatnya selokan dan badan air, termakan oleh hewan dan rusaknya ekosistem di sungai dan laut.

Dia juga mengingatkan kantong plastik yang dibakar bisa menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan. Selain itu, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai guru TK ABA Cendoro ini menjelaskan bahwa kantong plastik sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian.

Lanjut dia, mengapa penting sekali kita mengurangi bahkan mengubah gaya hidup/ kebergantungan pada kantong plastik. Kampanye antitas plastik perlu terus kita galakan. Kalau perlu kita dorong pemerintah untuk memastikan gerakan aktif antitas ini masuk ke dalam regulasi. Selain itu perlu terus masyarakat mendapatkan edukasi memahami secara kritis empat alasan bahaya kantong plastik tersebut.

“Selama ini kita terjebak pada ekploitasi alam, tambang, penebangan, reklamasi dll sebagai penyebab dari rusaknya lingkungan, sedangkan pengabaian terhadap bahaya plastik terus massif, jangan sampai Kabupaten Tuban menjadi darurat agraria gara-gara masyarakatnya meremehkan bahaya kantong plastik pada lingkungan. Yuk mulai kurangi dengan membiasakan membawa tas/wadah ‘pakai ulang’ kemanapun kita pergi, mari biasakan beli sesuatu dengan bijak dan tetap bertanggung jawab terhadap lingkungan” harap dan ajak aktivis IMM ini.

Reporter : SG