GRESIK lintasjatimnews – Rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila digelar secara maraton oleh PDI Perjuangan Gresik. Setelah menggelar wayang kulit, bakti sosial, ziarah makam Bung Karno,event bakar ikan. Kemarin, Senin malam (27/06/2022) PDIP Gresik menggelar kesenian tradisional jaranan, di Dusun Petal Desa Domas, Menganti.
Hadir dalam kegiatan yang diberi nama ” Tasyakuran Bupati- Wakil Bupati serta Memperingati Harlah Pancasila” antara lain: Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani; Ketua DPC PDIP Gresik, Mujid Riduan ; Muspika Menganti ; pengurus PAC PDIP Menganti, dan masyarakat sekitar.
Gus Yani, sapaan Bupati Gresik, dalam sambutannya mengajak generasi penerus bangsa yang hadir harus menjaga budaya, kesenian dan identitas bangsanya. Sementara itu Ketua DPC PDIP Gresik,Mujid Riduan mengatakan, jika rangkaian acara peringatan Harlah Pancasila yang juga bulan Bung Karno ( Juni) diselenggarakan sampai akhir Juni.
Ia mengungkapkan, jika tasyakuran dan peringatan Harlah Pancasila ini juga sebagai momentum untuk mensyukuri atas terpilihnya Gus Yani dan Bu Min, yang kemarin sempat tertunda akibat pandemi yang belum melandai.
“Saya pernah berjanji dengan warga Domas, jika Gus Yani dan Bu Min terpilih sebagai bupati dan wakil bupati. Saya akan hadirkan tasyakuran dan ada kesenian. Sekaligus peringatan Harlah Pancasila.Dan malam ini,saya tepati janji saya,” ujarnya kepada wartawan
Dengan menghadirkan kesenian tradisional jaranan ini, ia berharap kepada masyarakat terutama generasi muda agar budaya dan seni khas kearifan lokal tetap dijaga dan dipertahankan.
“Kita juga gelorakan Pancasila. Tidak hanya dihafalkan. Tetapi, harus diamalkan. Intisarinya kita harus gotong royong,” ujarnya bersemangat.
Dengan kegiatan ini, katanya,bisa menimbulkan efek positif, meningkatkan ekonomi warga sekitar juga. ” Pean lihat banyak pedagang dan warung bisa laris dagangannya di momen kegiatan ini.”
Warga sekitar memang sangat antusias mengikuti acara ini, ribuan orang berbondong-bondong datang, dari segala penjuru arah yang mayoritasnya warga Gresik Selatan.
Reporter : Budi








