LAMONGAN lintasjatimnews – Musim panen rajungan bagi nelayan tradisional Lamongan di bulan Juni masih sangat baik. Hasil tangkapan rajungan saat ini masih bagus (along-along), hasil yang diperoleh nelayan saat ini pada kisaran 15 kilogram sampai dengan 50 kilogram.
Tangkapan rajungan saat ini masih melimpah tetapi harga rajungan hampir dua minggu tidak mengalami kenaikan yang signifikan, justru mengalami penuruan dan bahkan lebih murah. Harga semula Rp 45.000 sampai dengan Rp 55.000, saat ini harga rajungan di pasaran Rp 35.000 sampai dengan Rp 40.000 per kilogram.
Jakfar Shadiq nelayan Desa Paciran menuturkan kepada reporter lintasjatimnews, “Musim rajungan minggu-minggu ini masih melimpah (along-along). Alhamdulillah saya kemarin melaut masih memperoleh 19 kilogram rajungan (12/6/2022),
Tetapi harganya tambah murah, saya tidak mengetahui mengapa harga rajungan murah? Hari ini (13/6/2022). saya hari ini tidak melaut karena kurang enak badan, ujar nelayan blok Nurul Iman Desa Paciran dengan nada kurang semangat.
Nelayan lain Khairuman asal kampung Sukunan Paciran mengatakan hal senada, “Hari-hari ini angin musim timur bersahabat, jarak ke tempat bubu dipasang masih sedang kira-kira 15 sampai dengan 20 mil, hasil tangkapan rajungan juga melimpah, namun demikian sangat disayangkan harga rajungan tambah murah.
Saya sebagai nelayan tidak mengetahui harga rajungan menjadi murah, ya pasrah saja. Semoga harga rajungan bisa kembali normal seperti sebelumnya” demikian katanya.
Sikap pasrah dua nelayan tradisional Lamongan terhadap kondisi harga rajungan saat ini merupakan bentuk ketidakberdayaan sebagai seorang nelayan.
Nelayan tradisional Lamongan sadar statusnya yang tidak mempunyai posisi bargaining yang kuat untuk menjadikan harga rajungan bertambah mahal atau harga stabil seperti semula, mereka hanya mempunyai doa dan harapan sebagai salah satu bentuk kepasrahan kepada Sang Pencipta.
Ketika reporter lintasjatimnews menanyakan kepada nelayan, harapannya semoga pihak-pihak yang terkait ikut memikirkan terkait dengan merosotnya harga rajungan saat ini.
Terutama pihak Pemerintah Kabupaten Lamongan, organisasi nelayan (HNSI) dan LSM yang terkait untuk turut serta membantu memberikan pencerahan dan motivasi agar nelayan tradisional tetap semangat untuk melaut agar kompor di dapur tetap menyala.
Tema utama perbincangan diperkampungan nelayan Lamongan saat ini adalah harga rajungan murah. Walaupun demikian nelayan tradisional Lamongan tetap semangat untuk berusaha melaut dan senantiasa berdoa, semoga harga rajungan bisa kembali normal.
Reporter: Ali Efendi








