TUBAN lintasjatimnews – Asad Tsauri petani milenial Desa Klotok Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban sukses meraup omzet ratusan juta sekali panen dari bertani melon.
Bertani melon yang dilakukan Asad (34) berawal dari hobi, waktu remaja dulu, ia memang senang mencoba-coba mengembangkan tanaman karena melihat masyarakat sekitar bermata pencaharian sebagai petani.
Tahun 2017, pria yang juga ketua asosiasi petani melon kecamatan plumpang ini mulai menanam melon patungan dengan temannya di lahan yang ia sewa sekitar seperempat hektar, dengan hasilnya yang cukup memuaskan.
“Jenis melon 434 dan golden apollo yang saya tanam selalu membawa keberuntungan, menunggu masa tanam sampai 65 hari atau dua bulan serasa asyik dan mendebarkan dalam perawatan,” kata petani yang juga berprofesi sebagai pendamping PKH ini.
Petani yang menjadi perwakilan jaringan pertanian nasional (JPN) Kabupaten Tuban tersebut, mengaku ada kendala dalam betani melon selain curah hujan yg tinggi sehingga harus mengeluarkan air dari lahan pertanian melon juga banyaknya penyakit berupa jamur dan insekt yg menggangu pertumbuhan melon.
“Kurangnya permodalan dan pemasaran melon kadang menjadi kendala karna jumlah komoditas yg sangat banyak,” ungkap petani pria dua anak yang juga vokalis grub sholawat.
Reporter : kang slamet









