LAMONGAN lintasjatimnews – Melon megilan merupakan produk potensi hortikultura kabupaten Lamongan. Kegiatan Festival dan Panen Melon Megilan ini diselenggarakan di dusun Slempit desa Pangkatrejo kecamatan Sugio, Kamis (2/6/2022)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sukriyah mengatakan melon di kabupaten Lamongan tahun 2022 sampai dengan bulan Mei telah mencapai 61 hektar. Luas panen 38 hektar dan produksi 1.689 kuintal, dengan rata-rata produktivitas 44,46 kuintal per hektar.
Lanjut Sukriyah, adapun khusus di desa Pangkatrejo terdapat 23 hektar dengan Varietas Pertiwi yang sudah panen. Dalam satu tahun, tanaman melon tersebut dapat dipanen sebanyak empat kali.
Sukriyah menambahkan, saat ini produksi melon memang kurang karena cuaca. Namun produk melon ini sangat menjanjikan. Salah satunya tanaman buah yang semua lini menyukai.
“Secara analisa usaha tani dengan biaya modal sekitar 63 juta per hektar dengan harga jual per kilogram saat panen 5 ribu. Produksi per hektar rata-rata 20 ribu kilo dapat menghasilkan sekitar 100 juta per hektar. Jadi ada untung kurang lebih 37 juta sekali panen,” ungkap Sukriyah.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pertanian hortikultura ini merupakan salah satu alternatif pilihan di tengah pertanian dengan sistem irigasi tadah hujan.
Meski pada tahun ini produksi melon sedikit berkurang karena kendala anomali cuaca, Bupati Yuhronur mengapresiasi usaha dan tekat petani untuk tetap bertanam dan produksi melon di Lamongan.
“Luar biasa, walaupun di tengah cuaca ekstrem, tapi petani di Pangkatrejo ini masih bisa provit rata-rata 1 hektar sekitar 37 juta,” ungkapnya
Selain itu, ditambahkan Bupati Yuhronur bahwa terkait pemasaran melon di Pangkatrejo ini tidak mengalami kendala.
Kedepan, jelas Bupati Yuhronur akan terus kita kembangkan. Akan terus kita dorong, akan terus kita fasilitasi supaya produksi melon di kabupaten Lamongan ini akan semakin baik.
“Bahkan nanti bisa menjadi branding hortikultura Lamongan adalah melon. Ayo terus ditingkatkan ini bareng-bareng bersama pemerintah,” pungkasnya
Reporter : Fathurrahim Syuhadi








