TUBAN lintasjatimnews – berbakti kepada orang tua menempati posisi yang tinggi didalam Islam. Begitulah kata Ustadz Imam Tahmid kepala TPQ An-Nur Kebomlati dalam tausiyahnya di Mushollah Hidayatut Tholibin Jl Bengawan Solo no 1 Kebomlati Plumpang, Ahad (10/4/2022)
Ustadz Imam menjelaskan, hal itu ditunjukkan dengan perintah berbuat baik kepadanya mengikuti perintah beribadah hanya kepada Allah swt saja, seperti disebutkan didalam firman-Nya.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al Isra : 23)
Lebih lanjut ustadz Imam mengatakan, berbuat baik kepada orang tua tidak hanya dilakukan ketika dia masih hidup akan tetapi juga setelah dia meninggal dunia, Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As Sa’idi ia berkata, “Ketika kami sedang bersama Rasulullah saw, tiba-tiba ada seorang laki-laki dari bani Salamah datang kepada beliau. Laki-laki bertanya ? “Wahai Rasulullah, apakah masih ada ruang untuk aku berbuat baik kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal?” beliau menjawab: “Ya. Mendoakan dan memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan wasiatnya, menyambung jalinan silaturahmi mereka dan memuliakan teman mereka.”
Ustadz membeberkan beberapa perbuatan baik yang bisa dilakukan terhadap orang tua yang telah meninggal dunia,
Mendoakan Dan Memohonkan Ampunan Baginya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah swt akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga, hamba itu kemudian berkata; ‘Wahai Rabb, dari mana semua ini? maka Allah berfirman; ‘Dari istighfar anakmu, untukmu ” “Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan didalam catatan amalnya istighfar yang banyak.” kata ustadz.
Diantara bentuk-bentuk doa dan permohonan ampunan tersebut adalah : “Tuhanku! ampunilah Aku, ibu bapakku.” (QS. Nuh : 28) “Dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al Isra : 24)
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.(QS. Ibrahim: 41) dan masih banyak lagi tegas ustadz,
Lebih lanjut ustadz mengatakan, melaksanakan wasiatnya selama wasiat tersebut tidak memerintahkan kemaksiatan terhadap Allah swt dan tidak bertentangan dengan hukum syariat, sebagaimana firman Allah swt :
“Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, Berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqoroh : 180)
Imam Bukhori meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar dari Nabi saw bersabda:
“Mendengar dan taat adalah haq (kewajiban) selama tidak diperintah berbuat maksiat. Apabila diperintah berbuat maksiat maka tidak ada (kewajiban) untuk mendengar dan taat”.
Menghubungkan Silaturahim Serta Berbuat Baik Kepada Teman Dan Kerabatnya, menghubungkan tali silaturahim orang tua anda yang telah meninggal serta berbuat baik kepada tema-teman dan kerabatnya.
Imam Muslim meriwayatkan:
Shahih Muslim 4630: Dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya kebajikan yang utama ialah apabila seseorang melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya.”
Didalam hadits ini terdapat keutamaan menghubungkan silaturahim kawan-kawan ayah yang telah meninggal, berbuat baik dan memuliakan mereka.
Anak Berbuat Baik, Orang Tua Dapat Pahala
Kaum muslimin telah bersepakat bahwa sedekah mengatasnamakan orang yang sudah meninggal maka hal itu akan sampai kepadanya, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dari ‘Aisyah bahwa ada seorang laki-laki berkata, kepada Nabi Muhammad saw: Dari ‘Aisyah (Semoga Allah meridloinya) bahwa ada seorang laki-laki berkata, kepada Nabi saw: “Ibuku meninggal dunia dengan mendadak, dan aku menduga seandainya dia sempat berbicara dia akan bershadaqah. Apakah dia akan memperoleh pahala jika aku bershadaqah ?”. Beliau menjawab: “Ya, benar”. Pungkas Ustadz Imam,
Reporter : Qomari









