LAMONGAN lintasjatimnews – Rumah Baca Api Literasi menggelar NgabubuREAD dengan menadaburi Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 8-9. NgabubuREAD ini dilakukan melalui google meet. NgabubuREAD kali ini diikuti oleh pegiat Rumah Baca Baca Api Literasi dengan keceriaan sambil menunggu buka puasa tiba, Ahad (10/4/2022).
Hadir sebagai pemateri Ali Rifqi yang juga pegiat Rumah Baca Api Literasi ini mengatakan, kaum yang pada waktu itu termasuk golongan munafik. Mereka adalah kaum ‘Aus dan kaum Khazraj. Salah satu orang munafik dari pemuka kaum Khazraj adalah Abdullah bin Ubay. Selain menjadikan Islam sebagai kedok, mereka juga menjadi mata-mata bagi orang-orang kafir.
Ia menambahkan, Surat Al-Baqarah Ayat 8-9 ini diakhiri dengan pernyataan Allah swt bahwa pada kenyataannya tidak menipu Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin. Mereka menipu diri mereka sendiri dan mencelakakan dirinya sendiri tanpa membuahkan hasil apapun.
“Ayat ini diterangkan golongan yang ketiga yaitu golongan munafik, golongan yang mengaku bahwa mereka beriman, tetapi sebenarnya tidak beriman. Pengakuan mereka tidaklah benar. Mereka mengakui demikian itu untuk mengelabui mata dan mempermainkan orang Islam,” ucapnya.
Aktivis Hizbul Wathan Ngimbang ini menuturkan, sewaktu Rasul saw hijrah dari Mekah ke Medinah, banyak penduduk Madinah masuk Islam dari kabilah ‘Aus dan Khazraj dan beberapa orang Yahudi. Pada mulanya masih belum tampak golongan ini. Tetapi sesudah perang Badar tahun kedua Hijriah yang membawa kemenangan bagi kaum Muslimin, mulailah timbul golongan munafik ini.
Tambah Ali panggilan Ali Rifqi ini, Abdullah bin Ubay, seorang pemimpin di Medinah dari kabilah Khazraj, anak dari seorang yang pernah menjadi pemimpin suku Aus dan Khazraj, oleh pengikut-pengikutnya dijadikan calon raja di Medinah. Dia berkata kepada pengikut-pengikutnya, “Situasi sekarang jelas menunjukkan kemenangan bagi Muhammad”.
Kemudian Abdullah bin Ubay dan pengikut-pengikutnya menyatakan masuk Islam tetapi hati mereka tetap membenci. Tujuan mereka hendak menghancurkan kaum Muslimin dari dalam, dengan berbagai macam usaha dan tipu daya. Di antara mereka banyak pula orang Yahudi.
“Orang munafik itu menipu Allah, dengan cara menipu Rasul-Nya yaitu Muhammad saw. Menipu Allah, Rasul-Nya dan orang mukmin ialah dengan memperlihatkan iman, kasih sayang dan menyembunyikan permusuhan dalam batin. Mereka bergaul dengan kaum Muslimin, untuk memata-matai mereka dan kemudian menyampaikannya kepada musuh-musuh Islam. Mereka menyebarkan permusuhan dan fitnah, untuk melemahkan barisan kaum Muslimin,” tuturnya.
Ketua PR IPM SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang ini mengatakan, usaha kaum munafik itu gagal dan sia-sia. Hati mereka bertambah susah, sedih dan dengki, sehingga pertimbangan-pertimbangan yang benar dan jujur untuk menilai kebenaran semakin lenyap dari mereka.
Mereka sejatinya bukanlah menipu Allah, Rasul-Nya dan para mukminin, tetapi mereka menipu diri mereka sendiri. Akibatnya, perbuatan mereka itu akan menimpa diri mereka sendiri, hanya saja mereka tidak menyadarinya. Kesadaran merupakan daya jiwa untuk menanggapi sesuatu yang tersembunyi, yang tersirat dari yang nyata atau yang tidak nyata.
“Nabi Nuh A’s Nabi yang sabar menghadapi kaum yang zalik termasuk anak sama istrinya. Kisah keteladaan Nabi Nuh AS dapat dilihat dari proses dakwahnya. Menjalani kehidupan selama 950 tahun di bumi, ia hanya menghasilkan 80 pengikut saja,” pungkasnya.
Reporter: Fathan Faris Saputro









