LAMONGAN lintasjatimnews – Arti asli daripada kata kufur dan pembuatnya dinamai kafir ialah menimbuni atau menyembunyikan, sehingga tidak kelihatan lagi. Hal ini dapat di lihat melalui bahasa arab yang merupakan asimilasi dari kata kafara yakfuru artinya menutupi.
Demikian disampaikan oleh Muhammad Haris Nurdiansyah, pegiat Rumah Baca Api Literasi dalam acara NgabubuREAD yang digelar oleh Rumah Baca Api Literasi melalui google meet, Ahad (9/4/2022).
Haris sapaan akrab Muhammad Haris Nurdiansyah, juga memaparkan, di dalam hati sanubari ada kesediaan buat menerima kebenaran atau lebih tegas di dalam hati tiap-tiap manusia itu ada tampang buat mengakui kebenaran. Tetapi oleh si kafir tampang atau congkak yang disebabkan berbagai alasan yang tidak masuk akal.
“Orang menjadi kafir kadang-kadang ialah karena zuhud, yaitu meskipun seruan yang disampaikan kepada mereka itu tidak dapat mereka tolak kebenarannya tetapi oleh karena menggangu kedudukan dan perasaab tinggi diri mereka maka kebenaran itu mereka tolak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, banyak pemuka Quraisy di Makkah tidak mau menerima peringatan Nabi Muhammad Saw melarang mereka menyembah berhala atau memakan riba karena kedudukannya itu amat bertali dengan kedudukan mereka.
Aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah Gresik ini menuturkan, pemuka-pemuda Yahudi di Madinah pun menolak kebenaran yang di bawa Nabi Muhammad Saw bukan karena yang beliau serukan itu tidak benar melainkan karena hasad atau dengki dan iri hati.
“Lantaran sikap mereka yang demikian, kesombongan, zuhud, keras kepala, maka hati dan pendengaran mereka telah dicap oleh Tuhan atau telah disegel artinya kekafiran itu telah menjadi sikap hidup mereka sehingga tidak bisa dirubah lagi,” ucapnya.
Lantas bekas cap itu maka ada tanda di dalamnya yang tidak dapat dihilangkan lagi. Ibarat kertas yang sudah dicetak padanya huruf, maka buat dimasukkan lagi cap yang lain di dalamnya. Tidaklah berfaedah lagi yang dapat diberi cap atau cetakan hanyalah kertas yang masih kosong. Dan pada penglihatan mereka sudah di tutup sebab tidak akan nampak lagi mereka jika melihat. Dikatakan orang bahwa mata mereka itu telah memakai kacamata yang mempunyai warna khusus, misalnya warna hitam. Maka walaupun barang putih dibawa kepadanya namun dia akan melihatnya hitam juga.
Haris mengatakan, azab kekufuran itu amat besar. Pertama azab dalam kehidupan dunia dan kedua azab di akhirat kelak.
“Mereka akan selalu resah gelisah tidak pernah bersenang diam karena sakit hati. Mereka sakit hati karena kedaulatan mereka diganggu oleh faham yang baru itu. Timbulah benci, dengki, murka, permusuhan dalam hati mereka. Sebab itu tidur tidak merasa nyenyak, siangnya dipenuhi oleh cemburu sehingga mereka selalu didorong-dorong oleh hawa nafsu mereka sendiri,” tuturnya.
Hati bertambah sakit karena apa yang mereka halangi itu bertambah maju juga dan apa yang mereka pertahankan bertambah terdesak. Tidak mau tahu apa kebenaran itu dan tidak pedulu atau tidak cinta. Terdengar seruan ditutup telinganya, nampak sebuah kebenaran di picingan matanya akan tetapi matanya sudah tidak dibiasakannya menentang cahaya kebenaran itu maka silaulah dia bila bertemu dengan dia.
“Tidak ada perhatian sama sekali. Yang dikatahuinya hanyalah asal perut berisi, asal selera lepas asal dapat hidup. Kekafiran ini disebabkan kurangnya dakwah atau penerang dakwah. Negeri-ngeri yang seperti ini adalah tanah yang subur buat menghabiskan Islam dari tempat itu dan menggantinya dengan agama lain yang kuat memberi makan dan membagi-bagi beras,” pungkasnya.
Reporter: Fathan Faris Saputro.









