LAMONGAN lintasjatimnews– Keistimewaan bulan Ramadhan dan keutamaan puasa. Disampaikan oleh Rakha Haygal Gibran santri Al Mizan yang ditugaskan untuk Praktek Dakwah Lapangan (PDL) selama 30 hari di simbatan, Lamongan.
Kultum ini disampaikan saat setelah shalat Taraweh di Musholla Al-Ikhlas Simbatan pada hari Rabu (6/4/2022).
Di awal, Rakha mengatakan, tidak terasa, hari ini kita telah berada di bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari 1000 bulan. Ini menjadi salah satu waktu dilaksanakannya ibadah paling agung, yakni puasa Ramadhan.
“Kita menyakini dengan sepenuh hati bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan yang indah ini kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa,” katanya.
Ibadah ini menjadi spesial karena menjadi jalur langsung antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Ibadah puasa langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa.
Demikian sebagaimana disinggung dalam salah satu hadits Nabi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ “
Artinya: Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari).
Kemudian Rakha menambahkan dua keutamaan puasa.
Pertama, puasa sebagai penghapus dosa-dosa.
Rasulullah Saw bersabda ;
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).
Hadits ini menunjukkan bahwa jika kita berpuasa dengan keimanan yang penuh, ikhlas, dan mengharapkan ganjaran dari Allah, maka dosa-dosa akan diampuni.
Kedua, puasa adalah perisai (penghalang).
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad bahwa, “Puasa itu perisai (penghalang), yang akan menghalangi seorang hamba dari api neraka”.
Dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa puasa yang kita lakukan, selagi tidak dirusak, maka akan menjadi penghalang (perisai) dari api neraka kelak.
Adapun hal-hal yang merusak puasa adalah dusta, menggunjing, memfitnah, dan kemaksiatan lainnya. Karenanya, sebaiknya kita menjaga puasa agar tetap bermakna.
“Demikianlah, dua keutamaan puasa yang dapat saya saya sampaikan. Semoga menjadi motivasi bagi kita untuk menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya” pungkasnya.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









