GRESIK lintasjatimnews – Rumah Baca Api Literasi (RBAL) merayakan ulang tahun keempat yang jatuh pada 1 April 2022. Ini merupakan menjadi kebahagiaan kebanyakan orang. Salah satunya yang di alami Muhammad Haris Nurdiansyah.
Pegiat Rumah Baca Api Literasi asal Gresik ini mengatakan, Rumah Baca Api Literasi merupakan wadah sekaligus tempat bagi generasi mudah untuk menjadi generasi profektif dan produktif, tentunya di dunia membaca. Kegiatan membaca pun hendak di tanam sejak dini dan menjadi cikal bakal generasi penulis. Kegiatan membaca juga tidak memandang tua atau muda, kaya atau miskin, memiliki kapabilitas atau tidak, akan tetapi membaca merupakan kegiatan yang akan menjadikan seseorang berpikir kritis dan mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas.
“Merasakan sendiri bagai mana terbentuk oleh wadah ini. Kini Rumah Baca Api Literasi atau lebih di singkat RBAL, telah merayakan ulang tahunya yang ke empat, yang jatuh pada 1 April 2022. Selama bergabung dengan Rumah Baca Api Literasi ini, banyak pengalaman yang saya dapatkan,” ujarnya kepada Lintasjatimnews (1/4/2022).
Direktur Lembaga Infokom PD IPM Gresik ini menambahkan, di antara pengalaman itu adalah awal bagaimana seseorang bisa menyukai dunia bacaan, pengembangan diri setelah menyukai dunia membaca, yakni dengan menuliskan apa dan bagaimana ia mengalami sirklus kehidupan, dialektika yang merupakan bagian dari budaya emplisit dari membaca dan menulis dan juga progres yang jauh lebih bagi dalam menjalankan roda kehidupan.
Ia menuturkan, literatur membaca dan menulis tidak di pandang hanya satu statmen bahwasanya membaca hanya membaca buku, akan tetapi membaca merupakan aktivitas yang harus dilakukan dengan membaca secara komprehensif baik mengenai dunia fiksi maupun dunia non fiksi. Maka di dalam Rumah Baca Api Literasi di buat konsep seperti itu, agar manusia dalam menjalankan roda kehidupan mempunyai visi dan misi hidup yang baik.
“Apalagi sebagai seorang mahasiswa, seorang mahasiswa hendaknya menanamkan perilaku membaca sejak dini agar menjadi mahasiswa yang profektif. Kegiatan membaca tidak bisa di pisahkan oleh literatur mahasiswa. Sebab mahasiswa di tuntut agar memperbanyak informasi. Untuk memperbanyak informasi ini tentu tidak terlepas dari dunia bacaan, baik melalui media maupun nonmedia,” ungkapnya.
“Dalam merefleksikan milad RBAL, maka kami berterima kasih banyak kepada foundernya mas Faris dalam wadah dan tempat untuk anak mudah berkreasi dan menuangkan bakat dalam tempat atau wadah ini, terkhusus dalam bidang literasi. Dan besar harapan kami agar wadah ini menjadi wadah yang lebih maju dan bersaing di rana intelektual-modern,” pungkasnya.
Reporter: Fathan Faris Saputro









