LAMONGAN lintasjatimnews – Dua hal yang disampaikan ketua umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Lamongan periode 2018 sampai 2021 Abdul Kholis Fadhli di acara Pelantikan dan Rakerda PD IPM periode 2021 sampai 2023 di Aula PDM Lamongan pada hari Ahad (27/3/2022) siang hari.
Turut hadir Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Efendi MBA, ketua PDM Lamongan Drs. Shodiqin M.Pd dan jajarannya, Abdul Kholis Fadhli ketua umum PD IPM periode 2018-2020, Nafis Zamani Alfiansyah ketua umum PW IPM periode 2021-2023, Abdullah Tsani Muttaqin ketua umum PD IPM periode 2021-2023, Tapak Suci Pimda 026 Lamongan, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan, PD Aisyiyah, PD Nasyiatul Aisyiyah, IPPNU, PCNU, dan IPM Cabang se kabupaten Lamongan, serta alumni IPM Periode 2018 sampai 2021.
Juga turut hadir Prof. Dr Zainuddin Maliki, M.Si anggota DPR RI Komisi X yang hadir sebagai pemateri Studium Gineral dengan tema “Peran Muhammadiyah dalam pemberdayaan pelajar”.
Ketua umum PD IPM periode 2018 sampai 2021 Abdul Kholis Fadhli ucapkan syukur kepada Allah Swt sehingga masih bisa beraktivitas dan bisa mewarnai persyarikatan ini.
Ada Dua hal yang ingin saya sampaikan dalam pelantikan ini. Sebagai sambutan terahir saya menjadi ketua PD IPM Lamongan.
“Pertama saya ucapkan terimakasih kepada Ikatan Pelajar Muhammadiyah. kami yang hanya dulu seorang anak guru TPA, kemudian belajar banyak hal dari IPM,” ungkapnya.
“13 tahun, sejak 2009 sampai 2021, tentunya banyak hal yang kami rasakan. Sehingga tidak bisa kami sebutkan satu persatu,” lanjutnya.
Dari IPM kami bisa belajar banyak hal, bersama dengan teman teman yang sama-sama berjuang di IPM.
Kedua, kholis mengibaratkan pelajar itu harus seperti sebuah lidi. “Kenapa kok diibaratkan dengan lidi?” tanya Kholis.
Karena kalau lidi hanya satu sendiri, dia muda patah. Tapi Kalau sebuah lidi itu bersama sama banyak, maka akan bisa membuang sampah dan juga tidak muda patah.
Tapi kalau lidi yang banyak ini bercerai berai, maka itulah sampah. Maka pelajar Muhammadiyah kedepan jangan menjadi lidi yang sendiri, jadilah lidi yang berjamaah yang bisa buang buang sampah kebodohan, keegoisan, dan kemalasan.
Dan kalau sudah berjamaah, maka jangan bercerai berari. Kalau dalam sebuah ikatan kumpulan daerah pelajar Muhammadiyah bercerai berai, maka boleh jadi itulah sampah.
“Maka mewakili Pimpinan Daerah IPM Periode 2018-2020 mohon maaf yang sebesar-besarnya,” pungkasnya.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









