TBC Bukan Penyakit Turunan, Bukan Karena Guna-Guna, dan Bukan Karena Diracuni

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Tuberculosis (TBC) bukan penyakit keturunan, bukan karena guna-guna dan bukan juga karena diracuni orang. Demikian disampaikan dr H Abdul Manaf dari Puskesmas Paciran pada peringatan hari TB Sedunia 2022 di Pendapa Kecamatan Paciran, Kamis (24/3/2022)

Kegiatan ini diselenggrakan Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) Kabupaten Lamongan bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Paciran dan Brondong. Sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa dan mendukung eliminasi penyakit Tubercolosis (TBC).

Dokter Abdul Manaf mengatakan TBC merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobakterium Tuberculosis). Penyakit TBC dipastikan dengan pemeriksaan dahak.

Lanjutnya, penularan penyakit TBC berasal dari kuman yang berterbangan di udara masuk kedalam tubuh manusia melalui pernafasan. Kemudian masuk ke paru-paru lalu ke sistem peredaran darah dan menyebar kebagian tubuh lainnya

Gejala penyakit TBC dapat dibedakan mejadi dua, yakni gejala utama dan gejala tambahan. Gejala utama ditandai dengan batuk terus menerus dan berdahak selama tiga pekan atau lebih.

Sedangkan gejala tambahan yang sering dijumpai yaitu dahak bercampur darah, batuk berdahak, sesak nafas dan rasa nyeri dada. Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, rasa kurang enak badan (malaise). Berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari sebulan

Pencegahan penularan penderita TBC menurut dr Abdul Manaf dengan minum obat secara teratur sampai selesai, menutup mulut saat bersin atau batuk, tidak meludah disembarang tempat. Meludah ditempat yang kena sinar matahari atau ditempat yang diisi sabun atau karbol/lisol, jemur tempat tidur bekas penderita secara teratur. Buka jendela rumah lebar-lebar agar udara masuk dan sinar matahari dapat masuk.

Menurut Abdul Manaf ada sembilan kriteria suspek TB yakni :
Pertama, kasus kronik atau gagal Kategori 2
Kedua, pasien TB tidak konversi pengobatan ulang (kategori 2) dibuktikan dengan informasi dari register TB atau rekam medik
Ketiga, pasien TB yang pernah diobati, termasuk pemakaian OAT lini kedua seperti kuinolon dan kanamisin (pengobatan Non DOTS)
Keempat, pasien TB gagal pengobatan dengan kategori 1
Kelima, pasien TB dengan hasil pemeriksaan dahak tetap positif setelah pemberian OAT sisipan pengobatan dengan OAT kategori 1
Keenam, pasien TB kambuh
Ketujuh, pasien TB yang kembali setelah lalai/default (setelah pengobatan kategori 1 dan atau kategori 2)
Kedelapan, suspek TB yang kontak erat dengan pasien TB-MDR, termasuk petugas kesehatan yang merawat pasien TB-MDR
Kesembilan, kasus TB HIV

Dokter manaf menjelaskan, bagi penerita TB, obat-obatan disediakan gratis bila penderita berobat ke Puskesmas terdekat.

“Jangan kucilkan penderita TB. Dengan berobat yang teratur penyakit TBC dapat disembuhkan. Jika ada gejala TB segeralah minta bantuan ke Unit Pelayanan Kesehatan terdekat,” pungkasnya

Reporter : Fathurrahim Syuhadi