LAMONGAN lintasjatimnews – Pengajian Jumpa (Jumat Pagi) masjid At Taqwa Babat menghadirkan penceramah KH Muntholib Sukandar. Dalam pengajiannya ia menyampaikan tentang menyongsong bulan Ramadhan tahun 1443 Hijriyah, Jumat (25/3/2022)
KH Muntholib Sukandar Wakil Ketua PDM Lamongan dalam Pengajian Jumpa ini menyampaikan hal hal terkait dengan datangnya bulan Ramadhan. Ia memaparkan bahwa puasa adalah merupakan kewajiban seorang muslim secara individu.
Kemudian ia mengutip ayat Al Qur’an surat Al Baqoroh ayat 183 yang artinya Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Ayat ini menjelaskan dengan tegas dan jelas bahwa kewajiban puasa atas umat Islam bukan hal baru. Sebab, kewajiban puasa juga pernah dibebankan kepada umat terdahulu (kama kutiba ‘alalladzina min qablikum).
Lanjut Kyai Muntholib, surat Al Baqarah ayat 183 adalah ayat puasa yang dimulai dengan ajakan kepada setiap orang yang memiliki iman. Dimulai dengan panggilan mesra, “wahai orang-orang yang beriman”.
Kemudian ia menjelaskan bahwa ibadah puasa merupakan lahan bagi umat Islam untuk melatih dan meningkatkan kesadaran serta ketaatan beragama. Banyak di antara kita yang menjalankan puasa tanpa menghayati makna dan petunjuk yang harus ditaati, sehingga hanya memperoleh rasa haus dan lapar.
“Kita puasa atau tidak, yang tahu hanya Allah Swt dan diri kita sendiri. Dari sinilah ,” ujarnya
Ia menambahkan bahwa puasa mendidik kejujuran pribadi. Mendidik kejujuran sosial yang berdampak luas. Termasuk pada tataran kenegaraan.
Kyai Muntholib menceritakan bahwa di negara negara maju, orang yang kehilangan barang pasti akan kembali. Hal ini karena nilai kejujuran dipegang tinggi.
Pada bulan Ramadhan, Kyai Muntholib menjelaskan bahwa bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik.
“Tak heran bila kemudian bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah. Itulah keistimewaan bulan Ramadhan,” pungkasnya
Reporter : Fathurrahim Syuhadi









