LAMONGAN lintasjatimnews – Pawai Ta’aruf Tapak Suci dan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al Falah Tunggul Paciran membagikan sembako ke warga kurang mampu pada peringatan Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Senin 27/02/2022.
Lukman Hakim, koordinator pelaksana kegiatan Pawai Ta’aruf dan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW menyampaikan rangkaian kegiatan pada kali ini.
“Kegaitan ini diawali dengan pawai ta’aruf yang diikuti oleh seluruh santriwan-santriwati TPA Al Falah Tunggul dan anggota Tapak Suci Putra Muhamadiyah, tetapi karena situasi masih pandemi maka unit yang berada di lingkungan Sekrikil dan Ngebrak mengadakan kegiatan di lingkungannya sendiri”.
Luqman melanjutkan, “Pawai taa’aruf ini diramaikan dengan kesenian tongklek dan dibarengi dengan membagikan sembako kepada warga kurang mampu yang dilewati, kemudian berakhir dengan menikmati bekal makanan yang telah disediakan secara bersama-sama”, jelasnya.
Direktur TPA Al Falah Tunggul Narti, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan yang pertama diadakan ini bertujuan untuk mengajarkan kepedulian kepada anak terhadap sesama. “Kegiatan ini tujuannya adalah mengajarkan anak-anak untuk peduli pada sesama dan belajar bersedekah sejak dini”, katanya.
Ketua PRM Tunggul Drs. H. Ahmad Musthofa menyampaikan beberapa pesan kepada para santri TPA Al Falah, dia mengajak para santri untuk menjaga shalat lima waktu dan senantiasa mengaji meskipun sudah lulus Sekolah Dasar atau Madrasahn Ibtidaiyah.
”Untuk anak-anak, shalat lima waktunya jangan sampai ditinggal ya, juga ngaji itu jangan sampai behenti, ngaji itu sampai mati, jangan karena sudah lulus SD atau MI terus sudah tidak ngaji lagi”, demikian pesan Pak Musthofa kepada para santri.
Selain berpesan kepada para santri Ahmad Musthofa juga menyampaikan pesan kepada para Ustadz-ustadzah untuk senantiasa berjuang sebagai guru ngaji dengan ihklas. Jangan sampai berhenti menjadi guru ngaji entah kerena alasan sibuk atau gajinya yang sedikit.
“Jangan sampai panjenengan menjadi mantan atau bekas guru ngaji, karena nilai panjenengan akan menjadi rendah atau bahkan tidak bernilai, seperti barang misalnya, kalau barang bekas maka akan jadi rongsokan yang kalau dijual harganya menjadi sangat murah”, lanjutnya.
Selain itu Ahmad Musthofa juga mengajak kepada semua untuk selalu berbuat kebaikan. “Monggo semuanya, kita berusaha untuk berbuat baik, seperti tadi sudah dicontohkan oleh anak-anak kita dengan memberikan santunan kepada saudara kita yang kurang mampu”, demikian pungkasnya.
Reporter: Winarto









