Mahasiswa ITB AD Lamongan, Tak Gengsi Meski Kuliah Sambil Jualan Pentol

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Berstatus sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan, tidak membuat Agus Slamet (19), warga Desa Cungkup, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan tidak malu berprofesi sebagai penjual pentol.

Berbekal tekad untuk membiayai kuliahnya, mahasiswa semester dua Jurusan Teknik Sipil dan Manajemen itu, setiap harinya berjualan pentol di Jl. Urip Sumoharjo, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi.

“Sudah satu tahun jualan pentol di sini. Alhamdulilah, hasilnya bisa buat membayar biaya kuliah dan membiayai segala aktivitas,” kata Agus Slamet saat ditemui di tempat jualannya oleh lintasjatimnews. senin (28/2/2022) malam.

Agus panggilan akrabnya, berjualan pentol tidak hanya di lokasi saja namun juga dengan sistem online, hal itu dilakukan untuk memuaskan para pelanggannya.

“Untuk memuaskan pelanggan tidak hanya menjual pentol di lokasi penjualan namun juga dengan memakai sistem online,” ujar Agus yang juga ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Desa Cungkup itu.

Kenekatan Agus berjualan Pentol lantaran dia merasa iba terhadap kedua orang tuanya yang sudah tua. “Orang tua sudah tua sehingga tidak mungkin bergantung kepada orang tua,” ungkap Agus.

Setiap harinya Agus mangaku mendapatkan omzet kotor Rp 50.000 hingga Rp 100.000 dengan hasil itu Agus bisa membiayai kuliah serta kebutuhan sehari-harinya.

Agus tidak malu jika saat berjualan pentol ketemu dengan teman kuliahnya. Dia malah percaya diri. Bahkan teman-teman kuliahnya diajak untuk jajan membeli pentolnya.

“Awalnya malu karena pekerjaan ini tidak bergengsi, tetapi mau tidak mau harus pede saja. Malah sekarang sudah banyak teman-teman jajan di sini, dan puji tuhan banyak yang jajan di sini,” ungkap Agus.

Kendati lelah berjualan pentol dari sore sampai malam, Agus merasa bangga bisa membiayai kuliah dengan hasil keringatnya sendiri. Setelah berjualan pentol, Agus kemudian kuliah mulai jam delapan pagi sampai satu siang.

Agus juga merasa bahwa jiwanya sudah biasa berwirausaha. Untuk itu, dia lebih senang bekerja di lapangan ketimbang bekerja di belakang layar.

Selain itu, Agus Slamet dikenal sebagai salah satu mahasiswa yang aktif di Tapak Suci dan Hizbul Wathan.

“Alhamdulillah berkat rahmat allah swt masih diberi kesehatan dan kemampuan untuk bisa mengajarkan sedikit ilmu kepada anak-anak yang berada di desa,” tukasnya.

Setelah lulus kuliah, Agus Slamet berencana akan meningkatkan usaha jual pentolnya dan melanjutkan pendidikannya ke s2, sambil lalu mencari pekerjaan sesuai dengan jurusan kuliahnya.

Reporter : Fathan Faris Saputro