Rizki Farisal Ummah Pekerja UMLA yang Murah Senyum

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Sosok A. Rizki Farisal Ummah pekerja cleaning service Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) ini di kenal sebagai sosok yang murah senyum dan giat menjalankan pekerjaan. Pria umur 20 tahun berdomisili di Desa Kemlagilor RT/RW 004/001 Kecamatan Turi ini juga menjadi mahasiswa aktif di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Lamongan.

“Pas semester satu saya bekerja di rumah makan untuk jam kerja nya mulai jam enam pagi sampai jam lima sore, tapi kuliah saya mulai jam empat sore karena saya ambil kuliah sore, jadi pas sebelum kuliah dulu sudah izin sama pimpinan saya katanya boleh pulang jam tiga ,terus begitu sampai semester dua dan pas mau ke semester tiga saya ditawari jadi kesekretariatan PPS, jadi saya keluar dari rumah makan itu,” ujar kisah dia kepada lintasjatimnews (20/2/2022).

Alumni Darul Arqam Dasar 01 PK IMM Ahmad Dahlan Lamongan ini mengungkapkan, bekerja sebagai kesekretariatan PPS yang berkantor di balai Desa sudah mulai ada wabah covid 19, kuliah pun mulai daring jadi dia lebih fokus untuk bekerja sampai semester empat dia di kesekretariatan PPS masa jabatan sudah habis enam bulan dan dia lanjut kuliah walaupun daring dan di rumahkan awal masuk semester empat dan selesai jabatan sebagai PPS lalu dia ditawari kerja lagi sebagai operator LKSA Muhammadiyah cabang Turi. kerja dia santai jadi tidak selalu ada kerjaan kadang satu bulan satu kali ada kadang gak ada bisa juga kerja di rumah jadi kuliah dia bisa terkontrol dengan baik dan tidak bertabrakan dengan pekerjaan.

Masuk semester lima dia berkeinginan masuk pabrik pada waktu itu kebetulan selama pandemi covid 19 melanda kuliah jarang sekali offline jadi dia lebih ingin mencari tambahan buat bekerja. Dia di terima di pabrik olympic Mantup pada waktu itu cuma bekerja sampai empat bulan dan dia keluar dari pabrik terus satu minggu setelah dia keluar dari pabrik dia ditawari kerja di UMLA sebagai tenaga pendidik kebersihan dan dia pun menerima nya lalu pas interview di UMLA ditanya apa sedang kuliah apa tidak, lantas dia jawab iya ternyata di perbolehkan dan juga malah sangat senang karena memang harus dianjurkan kuliah.

Mahasiswa semester enam itu menjelaskan, kalau untuk operator LKSA lebih dekat dengan sosial dan anak yatim-piatu, karena untuk LKSA itu sendiri seperti panti asuhan tapi anak asuh nya diluar panti jadi ikut bersama keluarga nya tapi setiap tiga bulan sekali LKSA memberikan santunan terhadap anak asuh nya berupa sembako.

Dia sebagai operator LKSA harus memastikan data anak asuh yang keluar atau masuk panti minimal anak yang masuk mulai SD kelas lima sampai lulus SMA di LKSA sendiri sekarang ada 50 anak asuh pekerjaan ini bisa sambil dikerjakan dimana saya karena saya cuma menginput data anak menyiapkan berkas-berkas pengajuan dan sebagainya. Pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)