LAMONGAN lintasjatimnews – Menjadi aktivis organisasi dan fotografer membuat Temon Bagus Hidayahtullah dengan umur 22 harus bijak dalam mengatur waktu antara berkuliah, berorganisasi, bekerja dan melaksanakan hobinya sebagai seorang fotografi. Apalagi mahasiswa asal Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo ini aktif dua organisasi yang berbeda di kampus. Yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ikatan Mahaiswa Muhammadiyah (IMM).
Meskipun diberi amanah sebagai pengurus inti di organisasi, Temon mengaku tetap mengutamakan studinya. “Kuliah tetap menjadi prioritas utama saya. Tapi kalau sudah di luar jam kuliah, saya mulai fokus dengan kegiatan organisasi dan pekerjaan. Jadi mengatur waktunya ya berdasarkan jam kuliah agar tidak tabrakan. Kadang-kadang saat kumpul di organisasi, saya juga menyempatkan waktu mengerjakan tugas kuliah,” tuturnya kepada lintasjatimnews, (16/2/2022).
Mahasiswa jurusan S1 Akuntansi atau D3 Perpajakan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Lamongan ini menjelaskan, “Jika dalam waktu bersaaman di lihat dulu mana yang paling prioritas. Semisal kegiatan organisasi bareng kerja. Biasanya saya izin dulu ke tempat kerja saya. Begitu pun jika kuliah pagi prodi perpajakan saya. Maka saya mengutamakan kuliah dan izin ke tempat kerja,” Jelasnya.
Selanjutnya, Waktunya begini. Pagi untuk kerja, sore untuk kuliah jika ada jam mata kuliah libur maka akan berorganisasi. Karena Kebanyakan waktu organisasinya di akhir pekan.
“Tentu yang pertama mendapatkan relasi dan pertemanan yang luas. Selain itu kita dapat berkontribusi bagi perkembangan kampus. Melatih manajemen diri. Kita dapat belajar bersosialisasi di masyarakat dan masih banyak lagi manfaatnya,” katanya.
Di IMM kita mendapat pengetahuan tentang apa itu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang notabenya wadah bagi perkumpulan mahasiswa muhammadiyah di Perguruan Muhammadiyah dan perguruan tinggi non Muhammadiyah. Mempelajari bagaimana tiga komponen penting di IMM. Yaitu humanitas, religiusitas, dan intelektualitas. Yang di mana itu sangat bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari ditengah masyarakat sebagai solusi bagi persoalan di tengah masyarakat.
Secara tidak langsung, Temon juga memiliki kemampuan fotografi. “Berawal pada duduk di bangku SD, di buku pelajaran bahasa Indonesia ada cerita seorang anak perempuan dari Bali yang sehari-hari cari berjualan makanan kecil di tepi pantai. Ia menjuarai Internasional AnnAnne Frank Fotografi. Karena keterbatasan hobi itu cuma jadi angan angan, baru terwujud saat duduk di bangku SMA itu pun menggunakan kamera HP,” ujarnya.
Temon memulai saat menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ranting kemudian cabang dan sekarang di Pimpinan Daerah. Ada satu cerita yang berkesan baginya, saat kelas sebelas semester genap. Sekolahnya kedatangan tamu dari Surabaya untuk menjadi volunteer event generasi hebat. Lalu Temon dan beberapa teman lainnya tertarik untuk ikut jadi volunteer.
Pada kesempatan itu setiap volunteer boleh mengikuti kegiatan pelatihan, workshop, lomba secara gratis. Salah satunya workshop dan lomba tentang fotografi dengan tema food fotografi.
Pada kesempatan itu pula Temon pertama kali ikut lomba fotografi meskipun menggunakan HP saya berhasil mendapatkan juara 3 dalam lomba tersebut.
Temon berharap, “Pengalamannya berorganisasi dan hobinya dalam fotografi bisa menjadi bekal bagi dirinya untuk kedepannya. Saya juga ingin membantu orang lain tanpa pandang bulu dan mengamalkan ilmu yang saya miliki,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)









