LAMONGAN lintasjatimnews – Habibi Falahul Adha, baru saja menerima penghargaan sebagai atlet juara tiga pada Olimpiade Olahraga Siswa Muhammadiyah (O2SM) 2021. Teknik jatuhan cara andalannya untuk mendulang poin saat bertanding.
Habibi Falahul Adha saat sesampaimya di rumah, siswa SMA Muhammadiyah 6 Paciran ini memanfaatkan untuk beristirahat.
“Alhamdulillah saya mendapat juara pada O2SM ini, semoga kedepannya saya bisa lebih baik lagi dan mendapatkan mendali emas,” tuturnya kepada lintasjatimnews (5/2/2022).
Pekan lalu, Habibi putra asal Desa Solokuro ini baru saja mengikuti O2SM di stadion surajaya. Dia turun di Cabang Olahraga (Cabor) atletik lompat jauh putra tingkat SMA.
Sebelum terpilih memperkuat kontingen SMAM 6 Paciran, Habi panggilan akrabnya harus melalui proses seleksi di tingkat sekolah. Setelah dinyatakan lolos seleksi, dia menjalani puslat yang terus menerus hingga sekarang.
“Puslatnya 1 pekan tiga kali. Pukul 10.00 dan selesai pukul 13.00. Di awal puslat, kami dikenalkan program-program latihannya berupa pematangan teknik terlebih dulu,” Jelasnya.
Selain berlatih di lokasi puslat, Habi juga mempunyai program latihan fisik di rumah. Setelah salat subuh, biasanya dia melakukan jogging, push up, dan mengangkat barbel.
Padatnya kegiatan di sekolah dan latihan untuk persiapan kejuaraan membuat Habi harus disiplin mengatur waktu. Dia berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan gurunya sebelum berangkat latihan. Terlebih orang tuanya telah meridhai dan memberi dukungan penuh.
“Harus bisa atur waktu, waktunya sekolah ya fokus dengan kegiatan sekolah. Pulang dari sekolah tidak bawa PR lagi. Sehingga saat latihan saya harus konsentrasi dengan program-program latihan yang diberikan pelatih. Sampai rumah bisa langsung istirahat,” tutur atlet yang juga alumni MTs. Muhammadiyah 13 Solokuro ini.
Sadar banyak waktu luangnya yang tersita untuk bersekolah dan latihan, Habi berusaha keras menuai prestasi yang ditekuninya saat di kelas tiga MI itu. Habi akhirnya berhasil mendapat medali saat O2SM tersebut.
“Kaget dan tidak menyangka saat diumumkan sebagai juara, karena dari segi skor selisihnya tipis. Mungkin panitia dan dewan juri mengamati betul bagaimana performa saya saat bertanding,” ujarnya.
“Penghargaan yang baru saja didapatkannya bisa menjadi pemacu semangat untuk berlatih saya,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)








