LAMONGAN lintasjatimnews – Majelis Pendidikan dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan menyelenggarakan Olimpiade Olahraga Siswa Muhammadiyah (O2SM) 2021 yang digelar di tiga tempat yaitu di Stadiun Surajaya Lamongan dan di Pondok Pesantren Al Mizan Lamongan dan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Selasa-Kamis (25-27/1/22).
Even olahraga dua tahunan ini diikuti dua ribu atlet siswa TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA Muhammadiyah se-eks Karesidenan Bojonegoro. Berbagai cabang dipertandingkan, seperti atletik, catur, atau Tapak Suci.
Ketua PDM Drs Shodikin MPd mengatakan hidup ini kita harus terus berkompetisi. Di dalam Alquran ada konsep fastabiqul khairat. “Jadi Anda di sini adalah berlomba, berkompetisi. Dan pastikan kemenangan dalam perlombaan. Siapa di antara kita yang terbaik,” ujarnya dalam pembukaan acara di Stadion Surajaya, Selasa (25/1/22).
Shodikin menjelaskan, kita ini sedang menghadapi perlombaan di usia muda, yang harus dimulai dari sikap penuh sportivitas. “Selamat bertanding selamat berlaga dengan penuh sportivitas untuk mengevaluasi kompetensi kita, jadi kita harus punya kompetensi intelektual dan juga punya kompetensi lainnya,” ujarnya.
Tapi, sambungnya, Hari ini kita punya kemampuan harus kita seimbangkan. Pada para atlit yang bertanding dengan penuh sportivitas dan mereka yang juara saya ucapkan selamat.
Kalau ingin jadi juara dan pemenang maka harus punya semangat berlomba untuk berbuat yang terbaik. “Kemudian bercita-citalah yang tinggi, bercita-citalah Anda datang keluar negri dan pada saat itu dengan prestasi Anda dinyanyikan lagu Indonesia raya dan dikibarkan bendera merah putih,” pesannya.
Kalau Anda punya keinginan dan terus mengejar cita-cita kita itu. Insyaallah dengan doa semua dengan ptestasi yang dicanangkan insyaallah akan tercapai.
Terakhir, pada para panitia penyelenggara, para wasit, para juri laksanakan event ini dengan penuh sportivitas dan keadilan berpihak kepada mereka yang benar-benar juara.
Shodikin pun mengucapkan selamat berlomba, bermusabaqah, bertanding, dan berkompetisi. “Pastikan para dewan juri dan wasit bahwa nanti yang juara adalah berkompetisinya lebih bagus,” Pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)








